QADLIYAH AL IGHRA’ WA AL TAHDZIR FI ‘ILM AL NAHW: DIRASAH TAHLILIYAH NAHWIYAH

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Faris, Rio Al (2015) QADLIYAH AL IGHRA’ WA AL TAHDZIR FI ‘ILM AL NAHW: DIRASAH TAHLILIYAH NAHWIYAH. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (501kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (458kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (465kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (461kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (659kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (495kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (493kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (444kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (281kB) | Preview

Abstract

Ighra’ dalam bahasa indonesia artinya anjuran untuk melakukan perbuatan terpuji, sedangkan Tahdzir mempunyai arti peringatan untuk tidak melakukan pekerjaan tercela. Keduanya merupakan gaya bahasa atau dalam ilmu nahwu disebut Uslub yang digunakan untuk memberikan anjuran kepada pendengar agar melakukan perbuatan terpuji, dan juga memberi peringatan agar menjauhi perbuatan tercela.
Pembahasan ini merupakan bagian dari Bab ilmu nahwu yang jarang dibahas dalam kajian-kajian ilmu nahwu, akan tetapi di kalangan Arab Uslub ini sering dipakai dalam bahasa percakapan, dan tidak jarang juga ditemukan contoh- contohnya dalam Al-Qur’an dan Hadits. Oleh karena susunan atau Uslub-nya yang Gharib tersebut, Sehingga dirasa penting bagi penulis untuk dikaji lebih mendalam agar dapat diketahui asal dari susunan dan maksud dari Uslub tersebut.
Permasalahan yang terdapat dalam pembahasan ini diantaranya adalah : 1. Permasalahan dari segi susunan kalimatnya, 2. Permasalahan tentang perbedaan pendapat antara ulama Basrah dan Kufah mengenai diperbolehkannya mendahulukan Ma’mul dari pada ‘Amil-nya, 3. Permasalahan dari segi I’rabnya.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode diskriptif kualitatif, yaitu;
1.Mengumpulkan data secara langsung dan secara tidak langsung.
2.Menganalisis data tersebut dengan menjelaskan permasalahan yang terdapat di dalamnya.
Dari permasalahan yang diangkat oleh penulis, maka penulis menghasilkan jawaban sebagai berikut;
Pada dasarnya Uslub Ighra’ dan Tahdzir ini adalah Uslub yang mengharuskan membuang ‘Amil-nya karena menurut orang Arab sudah Ma’lum, tetapi kemudian boleh untuk menampakkan ‘Amil-nya dengan syarat Mughra Bih/ Muhdzar Minhu-nya diulang-ulang atau di’Ataf-kan.
Ulama’ Kufah berpendapat bahwa mendahulukan Ma’mul-nya Ighra’ dan Tahdzir dari pada ‘Amil-nya itu boleh. Dalam hal ini ulama’ Kufah menggunakan dua dasar yaitu dalil Naql dan Qiyas. Akan tetapi Ulama Basrah membantah pendapat tersebut karena dasar yang digunakan lemah, sehingga berpendapat bahwa mendahulukan Ma’mul Ighra’ atau Tahdzir tidak boleh.
I’rab Ighra’ dan Tahdzir ada 2 tingkah, yang pertama yaitu wajib Nasab jika menggunakan lafadz-lafadz Ighra’ dan Tahdzir. Yang ke-dua adalah boleh dibaca Rafa’ jika Mughra Bih/ Muhdzar Minhu-nya diulang-ulang, adapun ‘Amil yang dikira-kirakan dalam tingkah ini boleh selain fi’il yang menunjukkan arti perintah (Amr) atau larangan (Nahy), artinya bahwa dalam tingkah ini Mughra Bih/ Muhdzar Minhu menempati tempatnya Khabar dari Mubtada’ yang dibuang

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Abu Darda’
Creators:
CreatorsEmailNIM
Faris, Rio AlUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kesusastraan > Sastra Arab
Kesusastraan > Sastra Islam
Keywords: Ighra’; Tahdzir; Nahwu; Anjuran; Terpuji; Akhlak Mahmudah
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 30 Oct 2015 09:58
Last Modified: 30 Oct 2015 09:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2534

Actions (login required)

View Item View Item