Analisis putusan Pengadilan Agama Gresik Nomor: 0036/Pdt. G/2008/PA Gs. tentang cerai gugat karena suami mafqud dalam perspektif Imam Syafi'i

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Yulfaida, Yulfaida (2010) Analisis putusan Pengadilan Agama Gresik Nomor: 0036/Pdt. G/2008/PA Gs. tentang cerai gugat karena suami mafqud dalam perspektif Imam Syafi'i. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Yulfaida_C01205094.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan: Apa pertimbangan hukum yang diambil oleh majelis hakim Pengadilan Agama Gresik dalam memutus perkara Nomor: 0036/Pdt. G/2008/PA Gs. tentang Cerai Gugat karena suami mafqiid!. Bagaimana analisis Hukum terhadap putusan hakim Pengadilan Agama Gresik Tersebut dalam perspektifmazhab Syafi'i? Berkenaan dengan itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu memaparkan dan menggambarkan tentang putusan hakim dalam perkara permohonan cerai gugat di Pengadilan Agama Gresik sedemikian rupa, kemudian dianalisis sehingga menghasilkan pemahaman yang konkrit dan jelas. Kesimpulan diperoleh dengan menggunakan pola pikir induktif, yaitu metode yang berangkat dari faktor-faktor khusus, kemudian digeneralisasi, yakni tentang pertimbangan hukum oleh Pengadilan Agama Gresik dalam perkara cerai gugat karena suami mafqiid tersebut ditarik kepada hal yang sifatnya umum mengenai apakah penerapan tersebut telah sesuai dengan hukum dalam perspektif Imam Syafi'i. Adapun pertimbangan hukum yang diambil oleh majelis hakim dalam putusan tersebut yaitu bahwa dengan adanya fakta persidangan di mana Tergugat telah menghilang tidak ada kabar beritanya selama kw-ang lebih dua tahun, sehingga Penggugat tidak menerima nafkah baik lahir dan batin, serta diterlantarkan. Dengan dasar terjadi kemudarratan pada istri selaku Penggugat sehingga hakim memutuskan untuk mengabulkan gugatan cerai Penggugat. Hendaknya kepada Pengadilan Agama khususnya di Gresik dalam menerima, memeriksa, dan memutus perkara permohonan cerai yang diajukan Penggugat supaya benar-benar dilakukan dengan cermat dan tetap mempertimbangkan hukum at au peraturan syariat, salah satunya ialah pendapat Imam Syafi'i, dimana beliau memberikan kesempatan bagi istri yang ditinggal suaminya (mafqud) untuk bersabar sampai empat tahun atau ada keyakinan tentang keberadaannya apakah dia sudah mati at au menceraikannya. Selain itu, perlu adanya pendapat dan pandangan dari Imam Syafi 'i dalam hal suami mafqud menjadikan rujukan dalarn memberikan putusan dalam perkara tersebut. Sehingga kepastian atas perkara suami mafqud dapat diterima secara rasional dengan bukti-bukti autentik pula.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Yulfaida, YulfaidaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam > Gugatan
Hukum Islam > Perkawinan
Pemikiran
Keywords: Putusan PA Gresik; cerai gugat; suami Mafqud; perspektif Imam Syafi'i
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 25 Jun 2018 08:49
Last Modified: 25 Jun 2018 08:49
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/25296

Actions (login required)

View Item View Item