Akulturasi sosial budaya Muslim Tionghoa dalam kehidupan masyarakat di PITI (Pembina Iman Tauhid Islam) Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Inayah, Nailul (2011) Akulturasi sosial budaya Muslim Tionghoa dalam kehidupan masyarakat di PITI (Pembina Iman Tauhid Islam) Surabaya. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Nailul Inayah_E02207004.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana sejarah perkembangan Muslim Tionghoa di PITI Surabaya; (2) Bagaimana bentuk-bentuk akulturasi budaya antara Islam dan Cina dalam kehidupan Muslim Tionghoa di PITI Surabaya. Dalam menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode Deskripsi Analisis Kualitatif untuk menjelaskan bentuk akulturasi sosial-budaya terutama dalam hal kebiasaan atau kebudayaan antara budaya Cina dan budaya Islam di PITI Surabaya. Selain itu, penulis dapat mengetahui basil percampuran budaya yang ada di kawasan PITI dan naungannya (Masjid Cheng Ho, Kursus Mandarin, Akupuntur, Kantin dan lain sebagainya). Dimana dengan adanya akulturasi budaya yang ada di PITI, terjadi suatu perpaduan yang menghasilkan suatu keindahan dan kehannonisan, sehingga banyak yang tertarik dengan perpaduan tersebut. Alasan memilih komunitas Muslim Tionghoa sebagai obyek penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana perjalanan para Muslim Tionghoa yang khususnya adalah Muallaf. Seperti yang diketahui bahwa seorang Tionghoa rata-rata berkeyakinan atau berkepercayaan Khonghucu dan Buddha. Ada sebuah anggapan bagi orang Tionghoa yang berkeyakinan Khonghucu atau Buddha, bahwa Agama yang paling tepat atau wadah yang tepat untuk orang Tionghoa yang khonghucu atau Buddah adalah Agama Kristen. Hal tersebut disebabkan karena Budaya yang ada di Konghucu ataupun Buddah tidak bertentangan dengan budaya yang ada di Kristen. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui Eksisitensi Komunitas Muslim Tionghoa yang ada di PITI. Tujuan yang lainnya ialah untuk mencari tahu upaya-upaya apa saja yang dilakukan oleh Muslim Tionghoa khusunya Muallaf ketika memasuki agama Islam. Karena antara budaya yang ada di Cina dan yang ada di Islam ada sesuatu kontras seperti makan babi, minum arak dan riba. Jadi mereka yang ingin masuk Islam harus meninggalkan apa yang dilarang Islam. Tetapi meskipun ada yang kontras ada pula yang bisa dipadupadankan, karena ternyata Islam membolehkan mencampurkan budaya asalkan budaya tersebut tidak bertentang dengan Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Inayah, Nailul--UNSPECIFIED
Subjects: Budaya - Agama
Uncontrolled Keywords: Akulturasi sosial budaya; Muslim Tionghoa; PITI
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 04 Jun 2018 03:10
Last Modified: 04 Jun 2018 03:14
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/25251

Actions (login required)

View Item View Item