Strategi Branding Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya perspektif teori B2B Brand Management Philip Kotler dan Waldemar Pfoertsch

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Septiawan, Riski (2018) Strategi Branding Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya perspektif teori B2B Brand Management Philip Kotler dan Waldemar Pfoertsch. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Riski Septiawan_F02916199.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Branding adalah hal yang membawa sesuatu yang biasa kemudian meningkatkannya dengan cara-cara yang membuatnya menjadi lebih berharga dan bernilai. Dalam konteks Indonesia, masjid sangat banyak, namun hanya beberapa masjid yang dikenal dan diasosiasikan citra positif tertentu oleh masyarakat luas, donatur, pemerintah, pengusaha, organisasi lain, serta tokoh-tokoh masyarakat. Salah satu masjid di Surabaya yang memiliki brand yang kuat dan baik adalah Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui proses manajemen branding Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya sejak awal berdiri hingga menjelma menjadi masjid yang brandnya dikenal dan didukung oleh banyak pihak. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Data penelitian didapatkan dari sumber-sumber primer berupa wawancara terhadap pengurus dan observasi langsung. Data sekunder berasal dari buku dan majalah yang diterbitkan oleh YHMCHI selaku pengelola Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. Sedangkan teknik analisis data yang penulis gunakan adalah model Miles dan Hubberman. Hasil penelitian memunculkan temuan bahwa manajemen brand Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya melewati proses perencanaan dengan menggali visi misi dan nilai-nilai komunitas muslim Tionghoa kemudian merumuskan nama, arsitektur serta positioning identitas mahzab masjid dengan menggali visi, misi, serta nilai-nilai Islam secara universal. Strategi pembangunan brand yang dilakukan adalah menerapkan praktik-praktik ibadah yang menunjukkan kesungguhan brand berdiri di atas semua golongan, menghindari hal-hal yang bisa merusak brand, seperti terlibat politik, serta berperilaku yang tidak simpatik, strategi lainnya adalah menjalin co-branding dengan pejabat, tokoh masyarakat, ulama, serta organisasi-organisasi yang sama-sama rahmatan lil alamin, melakukan aksi sosial yang bernilai kebaikan, serta melakukan perluasan lini dengan mendorong berdirinya masjid-masjid Cheng Hoo di kota-kota lain seluruh Indonesia.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Septiawan, Riskiriskisept@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Manajemen Dakwah
Masjid
Uncontrolled Keywords: Strategi branding; manajemen merek; Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya; manajemen dakwah; brand masjid
Divisions: Program Magister > Dirasah Islamiyah
Depositing User: Septiawan Riski
Date Deposited: 25 Jul 2018 07:00
Last Modified: 25 Jul 2018 07:00
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/25150

Actions (login required)

View Item View Item