AL ISTI’ARAH AL TASHRIHIYAH WA AL MAKNIYAH FI JUZ’ ‘AMMA : DIRASAH BALAGHIYAH

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Wahyuningsih, Tri Indah (2015) AL ISTI’ARAH AL TASHRIHIYAH WA AL MAKNIYAH FI JUZ’ ‘AMMA : DIRASAH BALAGHIYAH. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (7MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (450kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (341kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (591kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (821kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (454kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (674kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (442kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (267kB) | Preview

Abstract

Juz ketiga puluh, dikenal juga dengan sebutan Juz ‘Amma terdiri dari 37 surat dari 114 surat yang terdapat dalam al-Qur’an. Dari 37 surat yang terdapat dalam Juz ‘Amma, 35 surat diantaranya ternyata masuk kelompok Makkiyyah, artinya diturunkan di Mekkah, dan dua yang lain, surat al-Zalzalah dan al-Nashr, masuk kelompok Madaniyyah. Uraian Juz ini banyak sekali berkaitan dengan keniscayaan hari kemudian, bahkan gambaran tentang apa yang terjadi saat kiamat, surga dan kenikmatannya serta neraka dan aneka siksanya.
Dalam teori isti‘arah sendiri, isti‘arah dibagi menjadi delapan bagian, yaitu: al-Isti‘arah al-tasrihiyah, al-Isti‘arah al-Makniyah, al-Asliyah, al-Isti‘arah al-Tab‘iyah, al-Isti‘arah al-Tamthiliyah, al-Isti‘arah al-Murasshahah, al-Isti‘arah al-Mutlaqah dan al-Isti‘arah al-Mujarradah. Karena begitu banyaknya pembagian dalam isti’arah, maka peneliti memfokuskan pembahasannya hanya pada al-Isti‘arah al-Tasrihiyah dan al-Isti‘arah al-Makniyah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan adanya majaz metafora dan personifikasi dalam juz ‘Amma. Adapun fokus permasalahan yang dipaparkan oleh peneliti sebagaimana uraian berikut:
1. Apa saja ayat yang menunjukkan al-Isti‘arah al-Tasrihiyah dalam juz ‘Amma ?
2. Apa saja ayat yang menunjukkan al-Isti‘arah al-Makniyah dalam juz ‘Amma ?
3. Apa saja ciri khas al-Isti‘arah al-Tasrihiyah dan al-Isti‘arah al-Makniyah yang terdapat dalam juz ‘Amma ?
Dalam analisisnya, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, yang mana sumber datanya adalah al-Qur’anul karim khusus pada surat-surat yang ada dalam juz ‘Amma.
Melalui pengkajian seksama, ditemukan bahwa:
1. al-Isti‘arah al-Tasrihiyah pada 9 surat dari surat-surat yang terdapat dalam juz ‘Amma, diantaranya:
-Surat al-Naba’ ayat 40 pada kata “qaddamat”.
-Surat al-Nazi’at ayat 12 pada kata “tilka idhan karratun” dan 37
pada kata “tagha”.
-Surat al-Takwir ayat 28 pada kata “man sha’a minkum”.
-Surat al-Thariq ayat 9 pada kata “yauma tublas sara’ir”.
-Surat al-Fajr ayat 13 pada kata “sawta ‘adhab”.
-Surat al-Balad ayat 10 pada kata “al-Najdayn”.
-Surat al-Lail ayat 12 pada kata “al-Huda”.
-Surat al-‘Alaq ayat 6 pada kata “tagha”, 11 pada kata “al-Huda”, dan 12 pada kata “al-Taqwa”.
-Surat al-Qari’ah ayat 7 pada kata “‘ishati radiyah”.
2. al-Isti‘arah al-Makniyah pada 9 surat dari surat-surat yang terdapat dalam juz ‘Amma, diantaranya:
- Surat al-Naba’ ayat 12 pada kata “Sab‘an shidada”.
- Surat ‘Abasa ayat 33 pada kata “Ja’at al-Sakhah”.
- Surat al-Takwir ayat 18 pada kata “al-Subhu idha tanaffas”.
- Surat al-Infitar ayat 2 pada kata “al-Kawakibun tatharat”.
- Surat al-Insyiqaq ayat 2 pada kata “Idha al-Sama’un shaqqat – wa adhinat lirabbiha wa huqqat ” dan 4 pada kata “Wa alqat ma fiha wa takhallat”.
-Surat al-Fajr ayat 4 pada kata “Wa al-Lail idha yasri”.
-Surat al-Zalzalah ayat 2 pada kata “Wa akhrajati al-Ard}u” dan 4 pada kata “Tuhaddithu ’akhbaraha”.
-Surat al-Ashr ayat 2 pada kata “al-Insana lafi khusri”.
-Surat al-Nashr ayat 1 pada kata “Idha ja’a Nasrullah”.
3. Ciri khas al-Isti‘arah al-Tasrihiyah dan al-Isti‘arah al-Makniyah yang ditampilkan pada ayat-ayat di juz ‘Amma, adalah Isti‘arah sebagai puncak seni dalam Ilmu Bayan, isti‘arah lebih indah gaya bahasanya daripada Tashbih, isti‘arah dari segi Tashkhis dan Tajsid.
- Isti‘arah sebagai puncak seni dalam Ilmu Bayan terdapat pada surat al-Tariq ayat 9 dan surat al-Takwir ayat 18.
- Isti‘arah lebih indah gaya bahasanya daripada Tashbih terdapat pada surat al-Qari’ah ayat 7 dan surat an-Naba’ ayat 12.
- Isti‘arah dari segi Tashkhis dan Tajsid terdapat pada surat al-Takwir ayat 28 dan surat al-Nashr ayat 1

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Ahmad Zaidun
Creators:
CreatorsEmailNIM
Wahyuningsih, Tri IndahUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kesusastraan > Sastra Arab
Kesusastraan > Sastra Islam
Keywords: Majaz; Metafora; Personifikasi; ‘Amma
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 29 Oct 2015 07:29
Last Modified: 29 Oct 2015 07:29
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2507

Actions (login required)

View Item View Item