Pantangan menikah pada hari geblak orang tua di Desa Betro Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo dalam perspektif maslahah Najm al-Din al-Tufi

Al- Maliki, Muhammad Alwi (2018) Pantangan menikah pada hari geblak orang tua di Desa Betro Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo dalam perspektif maslahah Najm al-Din al-Tufi. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Muhammad Alwi Al-Maliki_C71214049.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Pantangan Menikah pada Hari Geblak Orang Tua di Desa Betro Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo dalam Perspektif Maslahah Najm al-Din al-Tufi” merupakan penelitian yang dilakukan di Desa Betro Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: 1. Bagaimana pantangan menikah pada hari geblak orang tua di Desa Betro Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo?, 2. Bagaimana Perspektif Maslahah Najm al-Din al-Tufi terhadap pantangan menikah pada hari geblak orang tua di Desa Betro Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo? Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Jenis wawancara yang dipakai adalah wawancara tidak terstruktur yang hanya memuat pokok-pokok masalah yang ditanyakan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat setempat yang melakukan adat pantangan menikah pada hari geblak orang tua. Data yang telah terkumpul lalu dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pola fikir deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pantangan menikah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Betro dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua yang telah meninggal dan telah berlangsung turun-temurun serta tetap dilestarikan hingga saat ini. Sedangkan dalam prakteknya masyarakat Desa Betro pada awalnya tidak meyakini adanya bencana atau kesialan yang menimpa apabila tidak mengindahkan pantangan ini. Namun beberapa kasus yang terjadi selama ini ketika pantangan tersebut tidak diindahkan menjadikan masyarakat setempat niteni (menandai) jikalau ada yang tidak mengindahkannya benar-benar mendapat kesialan dikarenakan tidak menghiraukan penghormatan kepada orang tua yang telah meninggal. Kedua, dalam perspektif maslahah Najm al-Din al-Tufi terdapat 4 prinsip yang dijadikan pijakan dalam menetapkan hukum dengan menggunakan maslahah, salah satunya adalah ruang lingkup pembahasan terbatas pada bidang mu‘amalah dan adat. Menurut perspektif al-Tufi, adat pantangan menikah yang ada di Desa Betro mengandung maslahah, karena terdapat unsur motivasi agama di dalamnya yakni penghormatan kepada orang tua yang telah meninggal, sedangkan niteni memang mengandung unsur mafsadah, namun tidak lebih besar dari pada maslahah yang dihasilkan dalam pantangan menikah pada hari geblak orang tua. Dari kesimpulan di atas, disarankan kepada masyarakat Desa Betro Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo hendaknya lebih arif dan bijak dalam melaksanakan pantangan menikah pada hari geblak orang tua ini. Bimbingan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat diperlukan, agar tujuan melakukan pantangan ini semata-mata untuk menghormati kedua orang tua yang telah meninggal. Apabila tidak diindahkan tidaklah mengakibatkan kesialan karena segala sesuatu datangnya dari Allah SWT agar tidak menjadi pemahaman yang salah yang mengarah pada kesyirikan.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Hatta, Moh.
Uncontrolled Keywords: Pantangan menikah; Maslahah Najm al-Din al-Tufi
Subjects: Nikah
Ulama
Adat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Al Maliki Muhammad Alwi
Date Deposited: 09 May 2018 07:40
Last Modified: 09 May 2018 07:40
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/24909

Actions (login required)

View Item View Item