Analisis hukum pidana Islam dan hukum positif terhadap Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru no. 1103/Pid.B/2016/PN.Pbr tentang perdagangan orang

Andi, Andi Kurnia (2018) Analisis hukum pidana Islam dan hukum positif terhadap Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru no. 1103/Pid.B/2016/PN.Pbr tentang perdagangan orang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Andi Kurnia_C93214072.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam putusan nomor : 1103/Pid.B/2016/PN.Pbr dan bagaimana analisis hukum pidana Islam terhadap putusan pengadilan negeri Pekanbaru nomor : 1103/Pid.B/2016/PN.Pbr tentang perdagangan orang. Data primer dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan negeri Pekanbaru nomor : 1103/Pid.B/2016/PN.Pbr dan peraturan perundang-undangan. Data sekunder dalam penelitiaan ini antara lain pendapat buku-buku hukum, pendapat ahli hukum, serta beberapa karya tulis yang berkenaan dengan tindak pidana perdagangan orang yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan pola fikir deduktif untuk memperoleh analisis khusus dalam hukum pidana Islam. Penelitian ini lebih menitikberatkan pada pertimbangan hukum hakim yang memilih untuk mempertimbangkan dakwaan alternatif kedua dari Jaksa Penuntut Umum yaitu dengan menerapkan Pasal 506 KUHP sebagai lex generalis dibanding Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagaimana dakwaan alternatif pertama dari Jaksa Penuntut Umum. Namun, pertimbangan hakim pengadilan negeri Pekanbaru dalam memutus sanksi bagi pelaku tindak pidana perdagangan orang sudah sesuai dengan ketentuan hukuman ta’zir menurut hukum pidana Islam, dimana ukuran hukuman ta’zir diserahkan kepada ijtihad hakim dan sesuai dengan kaidah hukum yang menyebutkan “hukum ta’zir berlaku sesuai dengan tuntutan kemaslahatan”. Dalam perkara ini hakim menjatuhkan hukuman berupa pidana kurungan selama 1 (satu) tahun karena terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan Pasal 506 KUHP. Sejalan dengan kesimpulan diatas, penulis menyarankan kepada hakim agar dalam mengambil keputusan lebih memperhatikan asas-asas dalam hukum pidana, terutama asas lex spesialis derogat legi generalis sesuai dengan Pasal 63 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 50 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Ubaidilah, M. Hasan
Uncontrolled Keywords: Hukum pidana Islam; perdagangan orang
Subjects: Hukum > Hukum Pidana Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Kurnia Andi
Date Deposited: 07 May 2018 08:36
Last Modified: 07 May 2018 08:36
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/24803

Actions (login required)

View Item View Item