Bimbingan dan Konseling Islam dengan teknik Metakognitif untuk mengatasi kesulitan belajar menghitung (Dyscalculia Learning) seorang anak di LBB Desa Medaeng Waru Sidoarjo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nuha, Dian Rona (2018) Bimbingan dan Konseling Islam dengan teknik Metakognitif untuk mengatasi kesulitan belajar menghitung (Dyscalculia Learning) seorang anak di LBB Desa Medaeng Waru Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Dian Rona Nuha_B93214101.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Seringkali seorang anak mengikuti suatu instruksi dalam memecahkan masalah matematika tanpa menyadari apa yang mereka lakukan, mengapa mereka melakukan, dan bahkan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan tugas tersebut. Proses kesulitan belajar matematika lebih sering disebut dengan istilah Dyscalculia Learning. Diskalkulia adalah kesulitan belajar yang menyebabkan anak menjadi tidak bisa berhitung. Mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika. Diskalkulia terjadi ketika anak tidak mampu memahami konsep-konsep hitung atau mengenali simbol-simbol aritmatika (tambah, kurang, bagi, kali,akar).Oleh karena itu, dalam bimbingan dan konseling Islam untuk mengatasi masalah Dyscalculia Learning yang baik, seseorang harus memiliki kemampuan metakognisi yang baik. Sehingga fokus 1) Bagaimana proses bimbingan dan konseling Islam dengan teknik metakognitif untuk mengatasi kesulitan dalam menghitung (Dyscalculia Learning) seorang anak di LBB Desa Medaeng-Waru-Sidoarjo? 2) Bagaimana hasil proses bimbingan dan konseling Islam dengan teknik metakognitif untuk mengatasi kesulitan dalam menghitung (Dyscalculia Learning) seorang anak di LBB Desa Medaeng-Waru-Sidoarjo? Dalam mengatasi masalah pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Sedangkan untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil penelitian menggunakan data yang hasilkan dari wawancara dan observasi disajikan dalam bab penyajian data. Oleh karena itu, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Proses bimbingan dan konseling Islam menggunakan teknik metakognitif untuk mengatasi kesulitan dalam menghitung seorang anak di LBB Desa Medaeng Waru terdapat 5 langkah proses konseling yang telah dilakukan yaitu: identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, terapi atau treatment. Untuk menangani 4 indikator diskalkulia sedang yang dialami konseli, dengan 3 tahapan yaitu: Attending, Pemantauan, Evaluasi. Kemudian dilakukan follow up. (2) Hasil dari bimbingan dan konseling Islam dengan teknik metakognitif untuk mengatasi kesulitan dalam menghitung seorang anak di LBB dapat dikatakan cukup berhasil. Hal ini dapat dilihat dari Perubahan yang dialami konseli sendiri konseli perlahan mampu merubah pola pikir yang salah menjadi benar, memiliki kemampuan metakognisi yang baik. Dengan kesadaran metakognisi, anak akan terlatih untuk selalu merancang strategi terbaik dalam memilih, mengingat, mengenali kembali, mengorganisasi informasi yang dimilikinya serta menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Anak akan terbiasa untuk selalu memonitor mengontrol dan mengevaluasi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nuha, Dian Ronanuharonadian@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Bimbingan Konseling
Pendidikan > Strategi Belajar Mengajar
Uncontrolled Keywords: Bimbingan dan Konseling Islam; teknik Metakognitif; Dyscalculia Learning
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 03 May 2018 04:19
Last Modified: 03 May 2018 04:19
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/24614

Actions (login required)

View Item View Item