Pola asuh orang tua dalam membangun kompetensi ibadah shalat pada anak autis di Wonocolo Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fitria, Intan Maulida (2018) Pola asuh orang tua dalam membangun kompetensi ibadah shalat pada anak autis di Wonocolo Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Intan Maulida Fitria_B73214051.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian skripsi ini adalah 1) Bagaimana pola asuh orang tua dalam membangun kompetensi ibadah shalat pada anak autis di Wonocolo Surabaya?, 2) Bagaimana hasil dari pola asuh orang tua dalam membangun kompetensi ibadah shalat pada anak autis di Wonocolo Surabaya?. Dalam menjawab permasalah tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif mengenai pola asuh orang tua dalam membangun kompetensi ibadah shalat pada anak autis di Wonocolo Surabaya. Penelitian kualitatif menghasilkan sebuah data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan yang berfokus pada saat proses pola asuh orang tua kepada anaknya, yang berlangsung dalam situasi alamiah dan tidak berusaha untuk memanipulasi hasil penelitian ataupun melakukan intervensi terhadap aktivitas orang tua dengan memberikan treatment (perlakuan) tertentu. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Orang tua menggunakan tiga pola asuh yaitu otoriter, demokratis, dan permisif. Untuk pola asuh yang sering digunakan dalam membangun kompetensi ibadah shalat pada anak autis di wonocolo Surabaya yakni pola asuh otoriter dan demokratis, sedangkan pola asuh permisif hanya digunakan saat kedaan tertentu. Pola Asuh Otoriter dilakukan dengan (a) mengenalkan ibadah shalat sedini mungkin dengan mengharuskan anak berada di mushola/tempat shalat saat orang tua sedang shalat berjamaah, (b) memberikan pengawasan yang ketat menjelang waktu shalat, tata cara gerakan dan bacaan shalat dan 30 menit sebelum adzan dibiasakan untuk mempersiapkan diri, (c) selalu mengawasa tiap perkembangan bacaan serta gerakan shalat pada anak, (d) membangunkan anak lebih awal untuk melaksanakan shalat subuh. Pola Asuh Demokratis dilakukan dengan (a) Peran orang tua saat memperkenalkan shalat dan pentingnya shalat dalam kehidupan konseli, (b) Peran orang tua dalam pelaksanaan menjelang shalat, tata cara gerakan dan bacaan shalat, (c) Peran keluarga dalam shalat jum’at anak, mengingat kewajiban sebagai anak laki-laki dan saat itu memasuki usia 9 tahun, (d) Peran orang tua dalam shalat berjamaah di masjid pada lima waktu shalat, (e) Peran orang tua dalam pengenerapan shalat sunnah seperti: shalat sunnah wudhu, shalat qobliyah dan ba’diyah, shalat dhuha, dan shalat tahajud dalam keseharian anak. 2) Hasil dari pola asuh orang tua dalam membangun kompetensi ibadah shalat pada anak autis di wonocolo Surabaya yakni anak memiliki kompetensi ibadah shalat dalam keistiqomah shalat lima waktu untuk berjamaah di masjid dan 15 menit sebelum adzan anak telah berada di masjid dan siap untuk melaksanakan shalat fardhu serta qobliyah dan ba’diyah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fitria, Intan Maulidaintanmaulidafitria@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Orang tua dan Anak
Keywords: Pola Asuh Orang Tua; Ibadah Shalat; Autis
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 30 Apr 2018 04:25
Last Modified: 30 Apr 2018 04:25
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/24510

Actions (login required)

View Item View Item