Tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan waris adat di Desa Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Selatan Kabupaten Mandailing Natal

Saniah, Nur (2010) Tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan waris adat di Desa Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Selatan Kabupaten Mandailing Natal. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Nur Saniah_C51206039.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil field research (penelitian empiris), untuk menjawab pertanyaan bagaimana pclaksanaan pelaksanaan waris adat di desa Kayu Laut kecamatan Panyabungan Selatan kabupaten Mandailing Natal?, apakah faktor-faktor pelaksanaan waris adat di desa Kayu Laut? dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan waris adat di desa Kayu Laut kecamatan Panyabungan Selatan Kabupaten Mandailing Natal?. Untuk rnenjawab masalah di atas, maka dilaksanakan penelitian langsung di desa Kayu Laut, dengan menggu ..:akan teknik pengumpulan data observasi di lingkungan masyarakat desa Kayu Laut khususnya yang melaksanakan waris adat, wawancara dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat, dan dokumentasi segala sesuatu yang berkaitan dengan judul penelitian. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dcngan analisis kualitatif menggunakan metode deskriptif analisis dengan pola pikir deduktif. Hasil pcnclitian ditemukan bahwa pelaksanaan waris adat di desa Kayu Laut yang berhak mendapat bagian harta warisan adalah anak laki-laki. Perempuan mendapat bagian berdasarkan ikatan emosional kekeluargaan, bukan berdasarkan perhitungan matematis dan proporsional. Bagian warisan perempuan sedikit dibandingkan .bagian laki-laki dan berstatus sebagai hibah. Siapudan (anak yang paling kecil) dalam pelaksanaan waris adat mendapat bagian yang lebih dari saudaranya, karena akan menjadi tuan rumah bagi keluarga besamya. Kemudian pembagian warisan sering ditunda-tunda. Pelaksanaan waris adat ini disebabkan pengaruh adat patrilinial dan kurang pengetahuan masyarakat Kayu Laut tentang hukum kewarisan Islam. Pclaksanaan waris yang tcrjadi di dcsa Kayu Laut ahli waris laki-Iak.i dan memberikan perempuan hibah, pada dasarnya tidak sesuai dengan hukum kewarisan Islam berdasarkan surah an-Nisa' ayat 7, lak.i-laki dan perempuan berhak mendapat warisan dari ibu bapak dan kerabatnya,dipertegas surah an-Nisa’: 11, bahwa bagian masing-masing ahli waris telah ditetapkan dengan ketentuan yang pasti. Melebihkan bagian harta warisan kepada siapapan merupakan hal yang diperbolehkan atas persetujuan semua ahli waris berdasarkan musyawarah setelah ahli waris mengetahui hak masing-masing. Adat yang dipakai masyarakat dalam pembagian waris tidak dapat diterima karena bertentangan dengan na . Akan tetapi jika tujuan adat waris yang dilaksanakan sesuai dengan maq id al-syah'ah yaitu keadilan maka diperbolehkan walaupun cara atau media pelaksanaannya tidak persis seperti yang ditetapkan dalarn al-Qur'an. Berdasarkan kesimpulan di atas, disarankan kepada masyarJkat Kayu Laut hendaknya menyelesaikan pembagian harta warisan dengan menggunakan hukum kewarisan Islam. Kcpada tokoh agama dan tokoh masyarakat Kayu Laut hcndaknya mcnsosialisasikan hukum kcwarisan Islam di tengah-tengah masyarakat Kayu Laut.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fatwa, Ach. Fajruddin
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; waris adat
Subjects: Hukum Islam
Waris
Adat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 18 Apr 2018 03:30
Last Modified: 18 Apr 2018 03:30
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/24210

Actions (login required)

View Item View Item