Pendapat Ibn Qudamah tentang at-takhalli bagi laki-laki impoten: analisis aspek al maslahah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Muammar, Muhammad (2010) Pendapat Ibn Qudamah tentang at-takhalli bagi laki-laki impoten: analisis aspek al maslahah. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Muhammad Muammar_C11304089.pdf

Download (893kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan mengenai Pendapat Ibn Qudamah Tentang At-Takhalli Bagi Laki-Laki Impoten (Analisis Aspek Maslahah). Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab dua pertanyaan besar: pertama, bagaimana pendapat Ibn Qudamah dan dasar pemikirannya tentang at-takhalli bagi laki-laki impoten. Kedua, bagaimana analisis hukum Islam terhadap pendapat Ibn Qudamah tentang at-takhalli bagi laki-laki impoten dari aspek al-maslahah. Data penelitian ini dihimpun melalui penelusuran data melalui proses intensifikasi kajian teks. Pemaparan studi ini mengunakan metode deskriptif analisis, yaitu mengambarkan secara utuh pendapat Ibn Qudamah tentang at-takhalli bagi laki-laki impoten yang kemudian dianalisis dari aspek al-maslahah dan kumpulanya menggunakan pola pikir deduktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, Pernikahan adalah alat untuk menyalurkan nafsu seksual yang sah dan merupakan satu-satunya cara yang sesuai dengan aturan syariat Islam sedangkan at-takhalli dilarang dalam Islam karena tidak sesuai dengan ajaran dan sepirit Islam yang mendorong untuk menikah. Akan tetapi at-takhalli bagi laki-laki impoten menurut Ibn Qudamah adalah sunnah meskipun hukum Pokoknya bertentangan dengan disyariatkannya perkawinan yaitu adanya tujuan penjagaan diri dari dosa yang dapat merusak agama, pemeliharaan keturunan dan penciptaan generasi sekaligus menjaga kesehatan bagi para pelakunya. Kedua, Ijtihad Ibn Qudamah dengan mengedepankan teori al-maslahah tentang penetapan hukum nikah bagi pengidap impotensi menyatakan pendapatnya, bahwa pengidap impotensi adalah lebih baik tidak menikah karena ia tidak dapat mewujudkan tujuan nikah. Tujuan al-maslahah yang dihadapi orang yang mengidap impotensi (tidak mampu bersenggama) adalah tingkatan maslahah Dharuriyah. Oleh karena ada singgungan dengan maslahah dharuriyah maka harus diupayakan agar maslahah tersebut dapat terjaga. Pada hal ini yang diupayakan adalah agar seorang isteri tidak merusak agamanya dikarenakan selama masa perkawinannya tidak mendapat hak nafkah batin yang dipandang ia akan mencari pemenuhannya melalui cara-cara yang tidak dibolehkan dalam agama. Semoga hasil penelitian ini bisa dikembangkan dalam sebuah undang-undang perkawinan khususnya di negara Indonesia ini. Karena undang-undang perkawinan yang ada saat ini masih belum, mencakup masalah tersebut. Fakta yang terjadi di masyarakat adalah masih adanya kegagalan sebuah perkawinan dalam membina rumah tangga dikarenakan faktor tersebut di atas. maka perlu diundangkan test kesehatan bagi para mempelai yang hendak melangsungkan perkawinan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Muammar, MuhammadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Biografi > Biografi Islam
Kesehatan
Kesehatan

Tasawuf
Uncontrolled Keywords: Ibn Qudamah; at-takhalli; laki-laki impoten
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 17 Apr 2018 07:13
Last Modified: 17 Apr 2018 07:13
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/24192

Actions (login required)

View Item View Item