Liberalisasi politik etnis Tionghoa: studi tentang partisipasi politik etnis Tinghoa di DPRD Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ismail, M. Fajar (2009) Liberalisasi politik etnis Tionghoa: studi tentang partisipasi politik etnis Tinghoa di DPRD Surabaya. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
M. Fajar Ismail_E34208002.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini fokus pada: bagaimana etnis Tionghoa memanfaatkan peluang liberalisasi politik, kemudian apa motif etnis Tionghoa terjun ke politik praktis, dan bagaimana performance etnis Tionghoa di DPRD Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana etnis Tionghoa memanfaatkan peluang liberalisasi politik, motif mereka terjun ke politik, serta mengeksplorasi bagaimana sepak tetjang etnis Tionghoa di DPRD Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif analysis. Peneliti mengambil lokasi di DPRD Surabaya, dengan unit analysis anggota dewan yang berasal dari etnis Tionghoa. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara mendalam dengan informan. Metode pemilihan informan menggunakan teknik purpossive sampling, yakni teknik yang dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih oleh peneliti menurut ciri­ ciri spesifik dimiliki oleh sampel itu. Data-data yang diperoleh melalui wawancara tersebut didukung dengan data yang dihasilkan melalui dokumentasi. Setelah itu, data-data tersebut dianalisis menurut model Miles dan Huberman. Tahapannya yaitu reduksi data, Penyajian data verifikasi dan penarikan simpulan. Selanjutnya yakni dengan teknik pengabsahan data, dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil temuan penelitian adalah. Pertama, liberalisasi politik dimanfaatkan oleh etnis Tionghoa melalui partisipasi politik. Partisipasi politik etnis Tionghoa dapat dikategorikan menjadi dua: Pertama, partisipasi aktif yaitu etnis Tionghoa yang terjun ke politik praktis (dalam hal ini anggota DPRD Surabaya). Kedua, partisipasi pasif yaitu etnis Tionghoa yang mengikuti atau bahkan tidak mengikuti kegiatan pemerintah, seperti pemilihan umum. Kedua, motif politik. Terdapat dua motif untuk terjun ke politik. Pertama, faktor lingkungan, baik keluarga atau pun pergaulanlkelompok. Kedua, memanfaatkan sistem demokrasi yang memberi peluang semua warga Negara untuk memilih dan dipilih serta modal ekonomi menjadi kekuatan utama politik etnis Tionghoa untuk terjun ke dunia politik. ketiga, Performance anggota dewan yang berasal dari etnis Tionghoa di Surabaya dapat kita lihat dengan bagaimana mereka melakukan bargaining power. Mereka tidak membawa kepentingan etnis didalamnya, tetapi motif politis menjadi salah satu faktor bagaimana sepak terjangnya di politik. Namun ada juga anggota dewan yang benar-benar mengemban amanah rakyat sesuai dengan apa yang dilakukan pada komisinya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ismail, M. FajarUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Masyarakat
Politik
Keywords: Etnis Tionghoa; partisipasi politik; liberalisasi politik
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Filsafat Politik Islam
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 04 Apr 2018 03:13
Last Modified: 04 Apr 2018 03:13
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/24032

Actions (login required)

View Item View Item