Konsep ikhlas dalam al Quran

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Badrudin, Badrudin (2010) Konsep ikhlas dalam al Quran. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Badrudin_E63207029.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana pemaknaan ikhlas dalam Alquran, dan bagaimana implementasi ikhlas dalam kehidupan. Dalam menjawab permasalahan tersebut peneliti ini bersifat penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan analisis data (date analysis) untuk menganalisis makna ikhlas dan implementasi ikhlas. Sesuai dengan masalah tersebut, data primer yang digunakan berasal dari Alquran dan terjemahnya. Sedangkan data skunder berasal dari karya M Quraish Shihab tentang ayat-ayat yang berhubungan dengan ikhlas, yaitu: Tafsir al-Misbiih, Tafsir al-Nur karya M Hasbi Ash-Shiddiqey, Tafsir al-Azhiir karya Hamka. dan buku-buku yang ditulis orang lain tentang ikhlas, serta data-data pendukung yang relevan dengan penelitian ini. Dalam masalah ikhlas Para mufassir dan ulama bervariasi dalam mendefinisikan ikhlas, namun hakikat dari definisi-definisi mereka adalah sama. Diantara mufassir (M Quraish Shihab) mendefinisikan bahwa ikhlas adalah sesuatu yang bersih, suci, dan murni dari segala noda, tidak bercampur dengan yang selainnya, ibarat susu. Mukhlis adalah orang-orang pilihan yang melakukan perbuatan dengan jujur, dan tanggung jawab, melakukan segala sesuatu dengan tulus pengabdiannya lagi suci murni semata-mata mencari keridhaan Allah SWT dan menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah SWT tatkala beribadah. ikhlas ialah sesuainya perbuatan seorang hamba antara lahir dan batin. Ikhlas itu tidak terbatas dalam perkara ibadah semata, seperti shalat, puasa, zakat, membaca Alquran, haji, dan amal-amal ibadah lainnya. Tapi keikhlasan juga menyangkut amalan-amalan yang berhubungan dengan muamalah (pergaulan sosial). Maka hati dan wajah hanya diarahkan kepada Allah SWT semata bukan kepada manusia. Ikhlas dapat membedakan suatu amal dari aib, bagaikan susu yang dapat memisahkan dirinya dari kotoran dan darah. Ikhlas juga mempunyai kesamaan karakteristik dengan model-model perilaku profesionalaisme. Dalam diri seorang beriman, konsep keikhlasan dan profesionalisme idealnya dapat bertemu karena agama mensyaratkan ikhlas sebagai landasan setiap pekerjaan atau (perbuatan) dan agama pula yang menyatakan, bahwa muslim yang baik adalah mereka yang bekerja dengan sebaik­ baiknya (itqan). Dalam bahasa lain, itqan adalah professional.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Badrudin, BadrudinUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Uncontrolled Keywords: Ikhlas; al Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 03 Apr 2018 06:31
Last Modified: 03 Apr 2018 06:31
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/24019

Actions (login required)

View Item View Item