Eksistensi Bangsawan (Golongan Darah Biru) dalam pemerintah Kabupaten Sumenep: studi tentang partisipasi politik golongan darah biru

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Kalsum, Umi (2012) Eksistensi Bangsawan (Golongan Darah Biru) dalam pemerintah Kabupaten Sumenep: studi tentang partisipasi politik golongan darah biru. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Umi Kulsum_E04208008.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian dalam skripsi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan jenis penelitian field reseach (penelitian lapangan). Adapun tentang metode pengumpulan data yang digunakan dengan cara Snowball melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teori yang dipakai adalah Teori Partisipasi Politik. Eksistensi bangsawan memiliki beberapa kriteria yakni pertama, eksistensi bangsawan dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu, sentana ageng (bangsawan besar), sentana (bangsawan), dan sentana alit (bangsawan kecil). Kedua, keturunan bangsawan di kalangan masyarakat sangat dihormati dan disegani. Ketiga, dilihat dari simbol yang dimiliki oleh bangsawan yakni Bahasa, Gelar, Pemakaman Khusus dan Organisasi bangsawan. Temuan Penelitian tentang partisipasi politik bangsawan yaitu pertama, dibagi menjadi dua wadah organisasi yakni Perfas dan Forsigemas. Organisasi yang dinaungi oleh lingkup bangsawan guna mempersatukan keluarga besar keturunan raja kraton. Kedua, lewat organisasi, LSM, aktif di partai politik, dan beberapa siantaranya aktif di pemerintahan, meskipun hanya di level kecamatan, yakni camat. Bentuknyadapat dibagi secara stuktural dan non struktural. Struktural adalah dilakukan oleh kalangan bangsawan dengan terjun langsung di pemerintahan Kabupaten Sumenep. Non stroktural adalah kalangan bangsawan melalui partisipasi sosial dengan menyatukan aspirasi masyarakat untuk mempengaruhi dan ikut andil terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Kabupaten Sumenep yang dapat merugikan kesejahteraan rakyat, dan menyatukan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi dan partisipasi politik keturunan bangsawan semakin menurun dalam berpartisipan terhadap politik. Dengan alasan bahwa tidak adanya penerus raja yang menjadi pemimpin di pemerintahan di Kabupaten Sumenep. Dan partisipasi politik bangsawan lebih cenderung kepada Spectator yakni hanya aktif menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintah dan mengikuti aturan yang ada.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Kalsum, Umi--UNSPECIFIED
Subjects: Antropologi Budaya
Politik
Uncontrolled Keywords: Bangsawan: Golongan Darah Biru
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Politik Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 21 Mar 2018 08:55
Last Modified: 21 Mar 2018 08:55
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/23896

Actions (login required)

View Item View Item