Tinjauan hukum Islam terhadap keharusan membayar Saji Krama dalam perkawinan adat masyarakat Islam di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Tuzri, Muhammad (2010) Tinjauan hukum Islam terhadap keharusan membayar Saji Krama dalam perkawinan adat masyarakat Islam di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Tuzri_C51206035.pdf

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan bagaimana ketentuan adat tentang saji krama dalam perkawinan adat masyarakat Islam di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap keharusan membayar saji krama dalam perkawinan adat masyarakat Islam di desa karang bajo kecamatan bayan kabupaten lombok utara. Guna menjawab permasalahan di atas, penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif-verifikatif, dengan tujuan menggambarkan keadaan atau fenomena tentang saji krama kemudian dianalisis dengan ketentuan hukum Islam, baik dari al-Quran, hadis ataupun pendapat ulama untuk menilai fakta di lapangan. Dalam mendeskripsikan data yang diperoleh, penulis menggunakan pola pikir induktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pihak adat telah menetapkan bahwa sebuah perkawinan harus didahului dengan mulang serta harus membayar saji krama. Ketentuan ini mengharuskan setiap warga masyarakat Desa Karang Bajo tunduk dan patuh terhadap ketentuan adat tersebut, karena siapa saja yang tidak melaksanakan ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi dan pernikahannya tersebut tidak mendapatkan pengakuan sosial dan status legal perkawinan yang lengkap. Selain itu, sebelum adanya kesepakatan terkait saji krama ini, maka pernikahan secara agama pun belum bisa dilaksanakan. Adapun tinjauan hukum Islam terhadap keharusan membayar saji krama dalam perkawinan adat masyarakat Islam di desa Karang Bajo jika ditinjau dari segi makna atau tujuannya, maka tradisi saji karma ini termasuk dalam kategori 'urf sahih (sah). Sedangkan jika tradisi saji krama ini ditinjau dari segi praktek serta sanksi yang diberikan kepada yang melanggar atau tidak mematuhi ketetapan tentang saji krama ini, maka tradisi saji krama ini termasuk dalam kategori 'urf fasid (rusak). Mengingat perkawinan ini merupakan suatu ibadah, maka hendaknya dalam melaksanakan perkawinan tidak hanya memperhatikan ketentuan adat semata, namun yang lebih penting dan harus diutamakan adalah ketentuan agama, karena yang menent ukan sah dan tidaknya sebuah ibadah adalah terlaksananya rukun dan syarat perkawinan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh agama. Kepada tokoh agama, tokoh adat dan pihak yang berwenang, hendaknya memberi penjelasan kepada masyarakat, bahwa saji krama ini bukanlah sebagai penentu keabsahan atau syarat sahnya sebuah pernikahan, sehingga yang tidak mampu membayar tidak dikucilkan dimasyarakat.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Tuzri, Muhammad--UNSPECIFIED
Subjects: Nikah
Adat
Uncontrolled Keywords: Membayar Saji Krama; perkawinan adat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 16 Mar 2018 08:33
Last Modified: 16 Mar 2018 08:33
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/23876

Actions (login required)

View Item View Item