Tinjauan hukum Islam terhadap aplikasi investasi dinar dengan akad qiradl di Gerai Dinar Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sholekhah, Arnik Romi (2010) Tinjauan hukum Islam terhadap aplikasi investasi dinar dengan akad qiradl di Gerai Dinar Surabaya. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Arnik Romi Sholekhah_C02205118.pdf

Download (3MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul penelitian ini adalah penelitian yang diperoleh melalui lapangan untuk menjawab permasalahan tentang: 1) Bagaimanakah mekanisme investasi dinar dengan akad qirad}}{ di Gerai Dinar Surabaya? 2) Bagaimanakah tinjauan hukum Islam terhadap aplikasi Investasi Dinar dengan akad qirad}}{ di Gerai Dinar Surabaya? Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara kepada pegawai yang mengurusi Gerai Dinar yang ada di Surabaya dan dengan mengumpulkan data yang didapat baik dari internet, maupun buku-buku yang sudah ada. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan deskriptif-kuantitatif yaitu setelah menggambarkan fakta secara sistematis maka akan diketahui kebenarannya menurut kuantitas atau jumlahnya. Mekanisme transaksi investasi yang ada di Gerai Dinar Surabaya ini sama halnya dengan investasi yang lainnya hanya saja perantara bendanya berbeda, di Gerai Dinar Surabaya menggunakan dinar sedang investasi lain pada umumnya menggunakan surat berharga. Dalam investasi dinar, investor diharuskan untuk menyerahkan minimal 20 keping dinar. Kemudian dinar tersebut dikelola oleh Gerai Dinar dan investor akan mendapatkan bagi hasilnya setelah jatuh tempo yaitu dalam jangka satu tahun. Akad yang digunakan adalah akad qirad} namun dalam akad tersebut tidak ditentukan besarnya bagi hasil untuk investor. Aplikasi investasi dinar yang ada di Gerai Dinar Surabaya dengan menggunakan akad qirad} ini dijelaskan bahwa qirad}} yang ada di Gerai Dinar Surabaya tidak menggunakan ketentuan prosentase nisbah bagi hasil di awal perjanjian, sedang menurut Islam sendiri jika bertransaksi dengan menggunakan akad qirad} maka penentuan bagi hasilnya harus jelas dan disebutkan pada awal transaksi baik itu secara lisan maupun tulisan sebab penentuan bagi hasil dengan menggunakan prosentase atau dengan menentukan ½, 1/3 atau ¼ dari hasil keuntungan yang didapat merupakan syarat sahnya melakukan akad qirad}. Jadi transaksi investasi dinar dengan akad qirad} yang tidak menyebutkan berapa perolehan yang diterima oleh pihak investor dalam hukum Islam gugur dalam syarat sahnya qirad} tetapi jika memberi kemaslahatan bagi orang banyak, hal ini diperbolehkan. Hendaknya pihak MUI mengkaji lebih lanjut tentang adanya bentuk investasi baru yang menggunakan dinar sebagai alat berinvestasinya dan menggunakan akad qirad} sebagai bentuk kerjasamanya yang ada di Gerai Dinar Surabaya agar bisa menetapkan hukumnya secara jelas menurut ajaran Islam. Pihak Gerai Dinar Surabaya sendiri seharusnya menentukan nisbah bagi hasilnya secara jelas ketika mencantunkan perjajiannya di awal agar pihak investor (nasabah) yang akan mengikuti program investasi dinar dengan akad qirad} dapat secara jelas dan paham serta mengetahui berapa kira-kira hasil yang diperolehnya ketika pihak investor (nasabah) melakukan investasi dinar dengan akad qirad} di Gerai Dinar Surabaya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sholekhah, Arnik Romi--UNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam > Perjanjian
Muamalat Muamalah
Keywords: Hukum Islam; investasi dinar; akad qirad
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 05 Mar 2018 07:28
Last Modified: 02 Apr 2018 08:35
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/23773

Actions (login required)

View Item View Item