Eksistensi seni tradisi Sandur pada masyarakat modern di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro

Kurnianingsih, Adawiya (2018) Eksistensi seni tradisi Sandur pada masyarakat modern di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabay.

[img]
Preview
Text
Adawiya Kurnianingsih_I73214012.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan yang berjudul “ Eksistensi Seni Tradisi Sandur Pada Masyarakat Modern di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro”. Masalah yang di teliti dalam skripsi ini adalah: 1. Bagaimana cara masyarakat untuk melestarikan Tradisi Sandur yanga ada di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro?. 2. Apakah hambatan yang di hadapi oleh masyarakat untuk melestarikan seni Tradisi Sandur yang ada di desa Ledok Kulon kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kulaitatif diskriptif, tekhnik penggalian data menggunakan tekhnik Wawancara, observasi dan dokumentasi. Sehingga penelitian ini di lakukan secara meluas pada sasaran objek penelitian. Dalam penelitian ini Teori yang di gunakan adalah Teori Konstruksi Sosial, yang mana dalam teori ini melihat konstruksi masyarakat yang di ciptakan oleh masyarakat sendiri, dengan tiga dialektika, yaitu Eksternalisasi, Objektivasi dan Internalisasi. Yang teori ini tepat jika di gunakan pada penelitian ini bahwasannya masyarakat dapat menyesuaikan sebuah budaya yang sudah ada dengan budaya baru yang masuk pada kehidupan masyarakat. Sehingga teori ini relevan dengan penelitian tentang sebuah eksistensi budaya sandur pada kehidupan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang ada di lapngan adalah sebagai berikut : pertama, dalam mempertahankan sandur masyarakat Ledok Kulon menghilangkan prosesi setren yang mana hal itu sebagai ritual untuk pra pertunjukan, karena hal tersebut sudah tidak sesuai dengan kondisi masyarakat yang ada saat ini. Yaitu sandur sudah berubah menjadi sebuah seni tradisi yang tradisional menjadi seni tradisi Modern yang berkembang dalam masyarakat, hal ini gubna untuk dapat mempertahankan sandur agar tetap diminati dan relevan dengan konsisi yang saat ini. sasaran yang dituju untuk melestarikan tardisi sandur yaitu anak SMA dan juga Anak SD, hal in terbukti karena di desa ini sandur di bagi menjadi tiga yaitu sandur sekarsari atau sandur pakem, kedua sandur kembang desa sandur modern yang di dalamnya adalah siswa SMA, yang terakhir adalah sandur Sekar alit yang di dalamnya adalah anak Tk hingga SD, dan termasuk sandur modern. Kedua adalah hambatan yang di hadapi masyarakat untuk mempertahankan sandur yaitu dengan budaya dan tekhnologi yang ada saat ini masyarakat terutama anak muda lebih memilih budaya baru yang masuk karena lebih memudahkan mereka akses, dari materi atau baiaya yang di keluarkan karena tidak ada dana bantuan dari pemerintah kabupaten sehingga biaya pementasan biasanya secara independen; dan juga adanya sebuah penolakan yang ada di dalam masyarakat Ledok Kulon merupakan tantangan utama bagi seniman sabndur yang ada di ledok kulon hal itu juga termasuk yang mempengaruhi atau hambatan dalam manjaga eksistensi sandur.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Ismail, Muchammad
Uncontrolled Keywords: Sandur; nyetren; modernisasi
Subjects: Kesenian
Adat
Budaya
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Kurnianingsih Adawiya
Date Deposited: 20 Feb 2018 01:46
Last Modified: 20 Feb 2018 01:46
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/23454

Actions (login required)

View Item View Item