Penanggulangan kemiskinan melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Warugunung Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Afandi, Ahmad Jainul (2018) Penanggulangan kemiskinan melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Warugunung Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Ahmad Jainul Afandi_I73214027.pdf

Download (7MB) | Preview

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ada dua yakni apa saja program kerja Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam menanggulangi kemiskinan di Desa Warugunung dana apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam menanggulangi kemiskinan. Metode yang digunakan adalah metode desktiptif kualitataif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam melihat fenomena kemiskinan yang identik dengan petani di Desa Warugunung Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto ini ialah teori Fungsional Struktural Talcott Parsons. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa; (1) Progam kerja Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam penanggulangan kemiskinan petani di desa Warugunung Kec. Pacet Kab. Mojokerto bermanfaat dalam wadah aspirasi masyarakat desa Warugunung. Fakta di lapangan mengatakan bahwa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rukun Tani adalah sebuah lembaga yang ada di desa yang bergerak di bidang pertanian, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan petani. Gapoktan ini merupakan wadah aspirasi masyarakat, pengembangan komoditas usaha tani, menggalang kepentingan bersama yang menjadi penghubung kelompok tani satu dengan yang lain. Gapoktan desa Warugunung berperan dalam pembinaan masyarakat petani karena dengan adanya Gapoktan kebutuhan petani mudah dicapai, memberi pengetahuan tentang pertanian dengan mengadakan musyawarah 2 bulan sekali. Hal ini untuk mengetahui problema yang dihadapi oleh para petani. (2) Faktor Pendukung pendukung adalah : Adanya teknologi dapat membantu petani dalam bekerja. Dengan adanya teknologi seperti hand traktor membantu meringankan petani dalam membajak sawah. Anggota Gapoktan memiliki motivasi untuk maju dan sejahtera. Setiap ada kegiatan dari Gapoktan petani selalu ikut berpartisipasi supaya dapat menambah pengetahuan. Faktor penghambat adalah : Masih kurang kesadaran untuk gotong-royong bersama serta melakukan rapat rutin dan kalau ada acara kumpul-kumput itu hanya sedikit yang datang. Kurangnya modal di dalam petani dan internal Gapoktan juga rendahnya sumber daya manusia (SDM), yakni petani yang tak sampai ke jenjang SMA.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Afandi, Ahmad Jainulahmadjainulafan@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Kemiskinan
Masyarakat
Sosiologi
Uncontrolled Keywords: Petani; kemiskinan; penanggulangan kemiskinan
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Afandi Ahmad Jainul
Date Deposited: 19 Feb 2018 07:44
Last Modified: 19 Feb 2018 07:44
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/23391

Actions (login required)

View Item View Item