Makna Rushd dalam Al Quran dan implikasinya terhadap Murshid dalam dunia Tasawuf

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hamzah, Rudi (2018) Makna Rushd dalam Al Quran dan implikasinya terhadap Murshid dalam dunia Tasawuf. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Rudi Hamzah_E03213079.pdf

Download (2MB)

Abstract

Manusia itu dilahirkan dalam keadaan hati yang suci, dalam keadaan hati yang condong kepada penciptanya, bahkan lebih dari condong. Seiring dengan pertumbuhannya, hati manusia sedikit banyak terkontaminasi oleh hal-hal selain kesucian karena nafsu dan berkembangnya panca indra dan akal. Karena itu manusia mudah resah dan sedih. Jika manusia demikian, maka kemudian manusia mencari kedamaian sejati yang dalam khazanah keilmuan Islam dikaji dalam lingkup tasawuf. Dalam Islam juga terdapat kewenangan dalam kebebasan berpikir yang tersirat dalam satu poin dari lima poin maq¢sid al Shariah yaitu Hifz al Aql. Kebebasan berkeyakinan dan berpikir inilah yang membawa salah satu dampak negatif yaitu semena-menanya pikiran dan hati sehingga membenarkan apa saja tanpa perlu mengkaji lebih mendalam dan tidak sedikit terdapat bumbu-bumbu nafsu yang mentaburi pemikiran dan doktrinnya. Dan kemudian karena hal itulah timbul masalah, banyak orang yang mengaku mendapat mandat sebagai orang yang memberi petunjuk kedamaian (Islam) dalam tasawuf tanpa sanad dan tidak merujuk al Quran. Penelitian ini menggunakan metode analitis deskriptif dan tematik yang berarti mencari sumber data berbagai bentuk yang berkaitan dengan tema yang ada. Kemudian peneliti memilih ayat-ayat yang terdapat lafadz rushd beserta derivasinya dalam al Quran, kemudian melihat dan menganalisa penafsiran dari mufassir empat dalam empat karya tafsir yaitu Tafsir karya Zamakhshari, Tafsir al Munir karya Wahbah, Tafsir karya Ibn 'Arabi, dan Tafsir karya Sayyid Qutb. Penelitian ini membahas pandangan mereka (empat mufassir) tentang rushd dalam al Quran dan kemudian berlanjut mursyid dalam tarekat--yang notabene tarekat itu dalam kajian tasawuf--kemudian apakah ada kaitannya mursyid dalam tasawuf dengan rushd dalam al Quran, karena kata mursyid sendiri berasal dari lafadz rushd yang umumnya terjemahan mengartikan dengan petunjuk. Meskipun memiliki corak yang berbeda antara karya tafsir mereka dan terdapat memang terdapat perbedaan penafsiran, namun pandangan empat Mufassir di atas dalam menafsirkan sebenarnya tidak ada kontra pemahaman ayat dankonteksnya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hamzah, Rudirudiguez1@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Al Qur'an
Tasawuf
Tradisi Islam
Uncontrolled Keywords: Rushd; tematik; Murshid dalam al Quran; tasawuf; tarekat
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Hamzah Rudi
Date Deposited: 15 Feb 2018 03:18
Last Modified: 14 Mar 2019 07:25
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/23329

Actions (login required)

View Item View Item