Kalimat thayyibah writing therapy sebagai upaya meningkatkan emotional intelligence seorang santri di panti asuhan Auliyaa' Waru Sidoarjo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Emila, Fiska (2018) Kalimat thayyibah writing therapy sebagai upaya meningkatkan emotional intelligence seorang santri di panti asuhan Auliyaa' Waru Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Fiska Emila_B53214016.pdf

Download (10MB) | Preview

Abstract

Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana proses kalimat thayyibah writing therapy sebagai upaya meningkatkan emotional intelligence seorang santri di Panti Asuhan Auliyaa’ Waru Sidoarjo? 2) Bagaimana hasil kalimat thayyibah writing therapy sebagai upaya meningkatkan emotional intelligence seorang santri di Panti Asuhan Auliyaa’ Waru Sidoarjo? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan desain studi kasus, serta analisis data deskriptif komparatif. Yaitu peneliti membandingkan teori dengan praktik di lapangan, serta kondisi sebelum dan sesudah proses konseling menggunakan kalimat thayyibah writing therapy sebagai upaya meningkatkan emotional intelligence. Kalimat thayyibah writing therapy diterapkan terhadap seorang subyek penelitian yang ada di Panti Asuhan Auliyaa’ Waru Sidoarjo. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, serta dokumentasi. Proses konseling yang dilakukan dengan kalimat thayyibah writing therapy ini dilakukan seperti tahapan umum prosedur konseling, yaitu meliputi identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, serta evaluasi & follow up. Adapun proses treatmentnya peneliti melakukan tahapan dalam writing therapy, yaitu recognition/initial write, examination/ writing exercise, juxtapotition/ feedback, serta aplication to the self. Peneliti mengembangkan treatment ini dengan memasukkan kalimat-kalimat thayyibah dalam proses penerapannya. Berdasarkan penyajian data dan analisis data yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kalimat thayyibah writing therapy berhasil meningkatkan emotional intelligence seorang santri di Panti Asuhan Auliyaa’, hal ini dapat dilihat dari behavior checklist yang telah dilakukan konselor, yaitu konseli lebih pandai dalam mengelola emosinya. Konseli mampu meluapkan emosinya melalui tulisan dibandingkan dengan membuat status di media sosial. Konseli juga lebih giat belajar karena mempunyai motivasi untuk membahagiakan orang tuanya. Selain itu, konseli selalu berusaha untuk membina hubungan baik dengan orang-orang disekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa indikator dari emotional intelligence sedikit demi sedikit sudah terpenuhi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Emila, Fiskafiskaemila07@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Bimbingan Konseling
Doa dan Zikir
Kecerdasan
Keywords: Kalimat thayyibah; writing therapy; emotional intelligence
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Emila Fiska
Date Deposited: 13 Feb 2018 04:39
Last Modified: 13 Feb 2018 04:39
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/23039

Actions (login required)

View Item View Item