Boarding School sebagai sarana pembentukan perilaku sosial : studi di Sekolah Menengah Pertama Plus Ar-Rahmat Bojonegoro

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ihsani, A. Fikri Amiruddin (2018) Boarding School sebagai sarana pembentukan perilaku sosial : studi di Sekolah Menengah Pertama Plus Ar-Rahmat Bojonegoro. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
A. Fikri Amiruddin Ihsani_I73214025.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Studi ini membahas tentang proses pembentukan perilaku sosial yang terjadi di SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro. Ada dua rumusan masalah yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu bagaimana proses pembentukan perilaku sosial dalam boarding school di SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro dan bagaimana peran setiap warga sekolah dalam pembentukan perilaku sosial melalui sistem boarding school di SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro.
Untuk menjawab rumusan masalah tersebut peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode ini dipilih agar memperoleh data penelitian yang bersifat mendalam dan menyeluruh mengenai proses pembentukan perilaku sosial di SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro. Data yang diperoleh kemudian disajikan secara deskriptif dan dianalisis dengan teori Struktural Fungsional Talcotts Parsons.
Dari hasil penelitian ini diperoleh data bahwa; (1) proses pembentukan perilaku sosial di SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro dilakukan melalui dua sisi yaitu dari dalam dan luar kelas. Untuk dari dalam kelas mengadopsi nilai-nilai pembentukan perilaku dari kemendikbud. Sedangkan dari luar kelas di terapkan metode dan langkah-langkah yaitu: membekali siswa dengan nilai-nilai religius, mengupayakan siswa hidup di lingkungan sosial yang baik, menanamkan nilai disiplin dan mandiri, memaksimalkan interaksi sosial sesama siswa dengan metode keteladanan, adat kebiasaan, dan pendidikan dengan nasihat. Selain itu juga diterapkan pembiasaan kepedulian sosial dengan kegiatan jum’at peduli, tolong menolong sesama siswa, dan menjalin silaturrahmi. (2) peran setiap warga sekolah dalam pembentukan perilaku sosial ini terdiri dari; peran kepala sekolah yaitu sebagai teladan, kontrol sosial, motivator, manager, edukator, administrator, dan supervisor klinis. Peran kaur. Kurikulum yaitu mengintegrasikan ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum agar para siswa dapat berperilaku sesuai tuntutan masyarakat. Peran Ustadz/Guru dalam hal ini tidak hanya transfer of knowladge, tetapi sebagai teladan atau pemberi contoh berperilaku. Peran para siswa dalam mensukseskan pembentukan perilaku sosial yaitu dengan mengikuti semua rangkaian kegiatan yang dilaksanakan serta meningkatkan kesadaran, kemandirian, dan kedisplinan. Parsons menekankan bahwa perilaku individu terbentuk melalui pengkondisian dan pembelajaran sehari-hari (sosialisasi, institusionalisasi, dan internalisasi). Dalam Struktural Fungsional perilaku sosial ini dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan sosial, sistem budaya, sistem sosial, dan interaksi sosial.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ihsani, A. Fikri Amiruddinfikriamiruddin27@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Sosiologi > Sosiologi Agama
Manajemen dan organisasi sekolah
Keywords: Boarding School; Perilaku Sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: A. Fikri Amiruddin Ihsani
Date Deposited: 15 Feb 2018 03:15
Last Modified: 15 Feb 2018 03:15
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/22967

Actions (login required)

View Item View Item