Esensi Pancasila dalam al Quran: studi penafsiran Hamka dan Quraish Shihab

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Istigfari, Oktavia (2018) Esensi Pancasila dalam al Quran: studi penafsiran Hamka dan Quraish Shihab. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Istigfari Oktavia_E03211018.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Dalam era modern, khususnya diNusantara umat Islam kurang memahami makna dari kebangsaan dan rasa Nasionalisme. Sehingga memandang sebelah mata dan kurang memahami makna dari Pancasila. Dinamika keIslaman diNusantara selalu ramai jika memperdebatkan kelompok atau pandangannya terkait benturan kedua aspek tersebut. Pihak pertama menerima Pancasila dan Nasionalisme, serta menganggap tidak terkait agama. Pihak kedua menolak keras Pancasila dan Nasionalisme karena bertentangan dengan agama.Pihak ketiga menerima keduanya, karena masih sejalan dengan ajaran agama. Hal ini menjadi ketertarikan bagi peneliti untuk menelitimengenai korelasi esensi pancasila dalam Alquran dan bagaimana penafsiran Hamka dan Quraish Shihab mengenai ayat-ayat Alquran yang mempunyai korelasi nilai dengan pancasila. Penelitian ini menggunakan metode Library Research (penelitian kepustakaan).Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode dokumentasai, dengan memperoleh data dari benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen dan peraturan.Data penelitian ini dihimpun melalui pembacaan dalam kajian teks dan dianalisis dengan teknik analisis data dengan menggunakan analisis isi (Content Analysis). Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa korelasi esensi pancasila dengan Alquran Sila Pertama terdapat dalamsurat al-ikhlas ayat 1. Sila Kedua terdapat dalam surat an-Nisa ayat 135. Pada surat al-Hujurat ayat 13 terdapt pada Sila ketiga yaitu persatuan indonesia. Surat asy-Syura ayat 38 terdapat pada sila ke empat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan, Perwakilan dan surat an-Nahl ayat 90 terdapat pada sila kelima yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Masyarakat lebih mengenal dan memilih membaca buku tafsir Al-Azhar dan Al-Misbah karena diantara keduanya membuat masyarakat lebih memahami pentafsiran Hamka dan Quraish Shihab serta cepat memahaami apa yang dimaksud dalam penafsiran ayat-ayat Alquran dari masing-masing mufassir. Hamka dalam penafsirannya menggabungkan corak Adabi Ijtima’i pada segi ketelitian dan redaksi dengan susunan indah dan menarik serta singkat, padat jelas membuat pembaca tertarik serta cenderung dalam ajaran Tasawuf . Sedangkan penafsiran Quraish Shihab dengan menggunakan metode nasehat, memberi materi pendidikan, ceramah, dan tanya jawab.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Istigfari, Oktaviaistigfarioktavia28@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Pancasila
Tafsir
Keywords: Pancasila; sila Pancasila; tafsir Al Quran Hamka; tafsir Al Qur’an Quraish Shihab
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Oktavia Istigfari
Date Deposited: 15 Feb 2018 05:06
Last Modified: 15 Feb 2018 05:06
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/22948

Actions (login required)

View Item View Item