Tradisi bakar menyan dalam pra acara pernikahan di Dusun Plandi Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan : Prespektif Aqidah Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Norma Anisa, Suci (2018) Tradisi bakar menyan dalam pra acara pernikahan di Dusun Plandi Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan : Prespektif Aqidah Islam. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel.

[img] Text
Suci Norma Anisa_E01213078.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai refleksi masyarakat terhadap perkembangan tradisi yang ada di Indonesia. Salah satunya Tradisi Bakar Menyan yang ada diwilayah Lamongan Jawa Timur. Peneliti ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat subyektif, peneliti harus turun langsung ke lapangan. Melakukan observasi, wawancara, mencari sumber data, kemudian melakukan analisis, dan menyusun laporan. Lokasi penelitian dilakukan di Dusun Plandi Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Tradisi Bakar Menyan sendiri berasal dari warisan nenek moyang jaman dahulu yang turun-temurun sampai sekarang. Namun dalam Tradisi tersebut merupakan sebuah tradisi yang lahir dari agama kepercayaan yakni agama kejawen yang masih kental akan hal-hal magis dari unsur animisme dan dinamismenya. Setelah Islam datang Tradisi ini telah di transformasikan sebagai bentuk Tradisi leluhur dengan nuansa islami. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Tradisi merupakan sesuatu yang diwariskan dari masa lalu ke masa kini yang berupa kebiasaan, kepercayaan maupun tindakan. Sedangkan aqidah Islam merupakan sesuatu iman atau kepercayaan yang segala sesuatunya harus dipercayai dengan suatu keimanan. (2) Tradisi bakar menyan yang ada di Dusun plandi dilakukan setiap ada warga yang mempunyai hajat. Sedangkan tempat dan waktu yang dilakukan untuk tradisi bakar menyan yakni di telaga (punden) pukul 15.00 sore. Jika menjalankan proses bakar menyan masih ada yang kurang persembahannya dan melanggar maka yang mempunyai hajat akan mendapatkan musibah, seperti halnya nasi yang di masak tidak matang, rumah di datangi oleh seekor ular, serta meninggal secara tidak wajar. Hal ini dipercaya masyarakat bahwa ada gangguan-gangguan dari danyang kampung (penghuni kampung). Untuk itu perlu diadakannya tradisi bakar menyan supaya yang mempunyai hajat diberi keselamatan dan kelancaran. Jadi, masyarakat Plandi masih mempertahankan dan melestarikan tradisi bakar menyan yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. (3) Dalam prespektif aqidah Islam tradisi bakar menyan tidak dibenarkan karena keyakinan-keyakinan semacam ini menjurus pada perbuatan syirik (menyekutukan Allah).
Kata Kunci: Tradisi, Bakar Menyan, Prespektif Aqidah Islam

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Norma Anisa, Sucisucinormaanisa123@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Aqidah
Aqidah
Wajib Belajar > Aqidah

Islam
Adat
Budaya
Uncontrolled Keywords: Tradisi; pernikahan; Bakar Menyan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Pemikiran Islam
Depositing User: Anisa Suci Norma
Date Deposited: 12 Feb 2018 08:52
Last Modified: 12 Feb 2018 08:52
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/22744

Actions (login required)

View Item View Item