Jibril, Moch (2015) STUDI KOMPARASI KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF KH. HASHIM ASH’ARI DAN SHAIKH ‘UMAR BIN AHMAD BARAJA’. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (508kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (269kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (383kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (461kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (636kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (603kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (605kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (599kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (368kB) | Preview
Abstract
Dunia pendidikan saat ini sering dikritik oleh masyarakat yang disebabkan karena adanya sejumlah pelajar dan lulusan pendidikan tersebut yang menunjukkan sikap kurang terpuji. Banyak pelajar yang terlibat tawuran, tindakan kriminal, dsb. Perbuatan tersebut telah meresahkan masyarakat dan merepotkan banyak pihak.
Berangkat dari problematika yang terjadi, maka menjadi penting bahwa pendidikan akhlak adalah hal yang pertama dan mendasar harus dimiliki oleh pendidik dan peserta didik. Oleh karena itu, perlu kiranya untuk kembali mempelajari pemikiran tokoh-tokoh pendidikan Islam yang dalam pemikirannya betul-betul memosisikan akhlak secara serius dan primer.
Masalah yang diteliti adalah 1) Bagaimana konsep pendidikan akhlak dalam perspektif KH. Hashim Ash’ari, 2) Bagaimana konsep pendidikan akhlak dalam perspektif Shaikh ‘Umar bin Ahmad Baraja’?, 3) Bagaimana perbandingan konsep pendidikan akhlak antara KH. Hashim Ash’ari dan Shaikh ‘Umar bin Ahmad Baraja’?
Dalam menjawab permasalahan tersebut peneliti menganalisis dengan jenis penelitian kualitatif dengan model kepustakaan. Dengan menggunakan tekhnik pengumpulan data berupa dokumenter.
Berdasarkan uraian tersebut, data penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) konsep pendidikan akhlak menurut KH. Hashim Ash’ari meliputi: Keutamaan ilmu. Etika belajar, etika terhadap guru, etika belajar, dan etika terhadap buku. 2) konsep pendidikan akhlak munurut Shaikh ‘Umar bin Ahmad Baraja’ yaitu peserta didik yang dicintai, etika sebelum berangkat sekolah, etika dalam perjalanan menuju sekolah, etika saat di sekolah, etika menjaga fasilitas (sekolah), etika terhadap guru, dan etika terhadap teman. 3) Hasil analisis perbandingan yaitu menyangkut perbedaan dan persamaan diantara keduanya. perbedaannya yaitu seputar pembahasan dan situasinya serta nuansa pemikiran. Poin-poinnya yaitu Etika sebelum belajar, Etika terhadap fasilitas (sekolah), Etika terhadap makanan, Etika berbicara saat berkunjung ke rumah guru. Sedangkan persamaannya yaitu Tujuan mencari ilmu, Etika terhadap guru, Etika pergaulan, Etika terhadap fasilitas belajar, materi pelajaran dan kebersihan – kesehatan.
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa KH. Ha>shim Ash’ari dan Shaikh ‘Umar bin Ahmad Baraja’ memiliki pandangan tersendiri tentang konsep pendidikan akhlak, namun di satu sisi keduanya juga memiliki banyak persamaan
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Al-Qudus |
| Uncontrolled Keywords: | Studi Komparasi; Konsep Pendidikan Akhlak |
| Subjects: | Pendidikan Islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 15 Sep 2015 07:50 |
| Last Modified: | 28 Sep 2015 04:58 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2262 |
