Maqamatul Yaqin: telaah pemikiran sufistik Imam Abdullah Al Haddad tentang tingkatan keyakinan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mustaghfiroh, Farikhatul Laila (2018) Maqamatul Yaqin: telaah pemikiran sufistik Imam Abdullah Al Haddad tentang tingkatan keyakinan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Farikhatul Laila Mustaghfiroh_E31213092.pdf

Download (5MB)

Abstract

Pada abad ke-17, dalam dunia keilmuan tasawuf muncul seorang tokoh pembaru dunia Islam yakni Imam Abdullah Al-Haddad. Pemikiran sufistik Imam Abdullah Al-Haddad mampu diterima oleh masyarakat awam, yang pada awal kemunculan tasawuf diragukan sebagai keilmuan Islam yang mampu mengokohkan keimanan setiap muslim yang ingin mencapai tingkatan tertentu melalui berbagai tahapan tertentu untuk dapat mencapai kedekatan tertentu kepada Allah SWT. Maka dalam dunia keilmuan tasawuf, sebutan bagi seorang muslim yang menjalani setiap tahapan tasawuf adalah sufi yakni pelaku tasawuf yang tidak lepas dari maqam dan hal. Salah satu pemikiran sufistik Imam Abdullah Al-Haddad yang menginspirasi dan mampu menambah pengetahuan dalam dunia Islam adalah Maqamatul Yaqin, yakni tingkatan dalam tasawuf yang harus dijalani setiap sufi melalui berbagai tahapan yang mampu menambah yaqin dalam diri setiap sufi untuk mencapai kedekatan tertentu dengan Illahi Rabbi. Penelitian ini bersifat kepustakaan (Library research). Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni dengan mengumpulkan data dan fakta melalui berbagai sumber untuk menemukan hasil analisis yang memiliki nilai keautentikan. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis yakni menganalisa karya utama Imam Abdullah Al-Haddad mengenai Maqamatul Yaqin adalah Risalatul Mu’awwanah sebagai rujukan pertama untuk menjabarkan penjelasan Imam Abdullah Al-Haddad mengenai tingkatan yang harus dijalani oleh sufi dan dijelaskan lebih mendalam dalam karya lain yang mendeskripsikan pemikiran Imam Abdullah Al-Haddad mengenai Maqamatul yaqin. Dari penelitian ini ditemukan hasil bahwa maqam yang dijalani oleh sufi haruslah mampu menambah pengetahuan atau yaqin dalam diri sufi tersebut, terdapat tahapan-tahapan tertentu dalam setiap maqam yang dijalani oleh setiap sufi yang terkadang berbeda karena berdasarkan pengalaman spiritual masing-masing. Maqamatul Yaqin adalah sebutan maqam atau tingkatan dalam tasawuf yang digunakan oleh Imam Abdullah Al-Haddad untuk pengikut ajarannya yang telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mustaghfiroh, Farikhatul Lailafarikhamuhammad@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Aqidah
Aqidah
Wajib Belajar > Aqidah

Filsafat > Filsafat Islam
Tasawuf
Uncontrolled Keywords: Maqamat; Abdullah Al Haddad; Maqamatul Yaqin
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Mustaghfiroh Farikhatul Laila
Date Deposited: 12 Feb 2018 07:28
Last Modified: 12 Feb 2018 07:29
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/22604

Actions (login required)

View Item View Item