Apologetika tafsir al Qur’an: tipologi tapsèr sorat Yaa Siin Bhasa Madhura karya Muhammad Irsyad

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ramdhani, Fawaidur (2018) Apologetika tafsir al Qur’an: tipologi tapsèr sorat Yaa Siin Bhasa Madhura karya Muhammad Irsyad. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Fawaidur Ramdhani_E03213030.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Salah satu corak penafsiran yang paling mengundang polemik di antara dua kubu, pro dan kontra adalah corak tafsir ilmi (scientifik exegesis). Di satu sisi, kemunculan corak ini merupakan refleksi dari tumbuhkembangnya ilmu pengetahuan yang kemudian digunakan untuk membantu memahami teks-teks al-Qur’an secara lebih komprehensif. tetapi, di sisi lain oleh sebagian kalangan, tafsir corak ilmi dinilai sebagai penafsiran yang hanya memaksakan istilah-istilah ilmu pengetahuan dan diupayakan untuk mencari legitimasi serta justifikasi teologis dalam al-Qur’an. Di antara beberapa dari sekian banyak tafsir ilmi yang pernah muncul dalam mozaik tafsir, khususnya di Indonesia adalah Tapsèr Sorat Yaa-siin (Bhasa Madhura ) karya Muhammad Irsyad. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah pandangan-pandangan dan penafsiran ilmiah Muhammad Irsyad yang ditampilakn dalam tafsirnya. Penelitian ini dilakukan untuk memotret posisi Muhammad Irsyad dalam perdebatan seputar kontroversi tafsir ilmi dan pemikiran-pemikiran Muhammad Irsyad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan historis-filosofis. Pendekatan histotis dimaksudkan untuk menelusuri kehidupan sosial dan karir pendidikan Muhammad Irsyad. Sedangkan pendekatan filosofis diharapkan mampu menguraikan dan menarasikan pemikiran-pemikiran Muhammad Irsyad tentang hubungan al-Qur’an dan ilmu pengetahuan serta penafsiran ilmiahnya dalam Tapsèr Sorat Yaa-siin (Bhasa Madhura ).Dengan menggunakan metode di atas, penulis mendapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, Muhammad Irsyad berpandangan bahwa al-Qur’an merupakan petunjuk praktis dalam kehidupan manusia. Dengan begitu, al-Qur’an adalah kitab suci yang dihadirkan dengan muatan-muatan ilmu pengetahuan yang sudah lengkap di dalamnya. Kedua, Muhammad Irsyad cenderung berada di posisi kelompok yang menerima dan membela tafsir ilmi. Ketiga, dalam melakukan penafsiran ilmiahnya, Muhammad Irsyad menampakkan sikap apologetik dengan melakukan klaim bahwa teori-teori temuan Barat sebenarnya telah dimuat atau disinggung di dalam al-Qur’an jauh sebelum teori tersebut dimunculkan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ramdhani, Fawaidurfawaidurramdhani.ak@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Aqidah
Aqidah
Wajib Belajar > Aqidah

Islam dan Ilmu Pengetahuan
Al Qur'an
Agama dan Ilmu Pengetahuan
Budaya
Uncontrolled Keywords: Tafsir ilmi; tapsèr sorat Yaa siin; Bhasa Madhura
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Ramdhani Fawaidur
Date Deposited: 08 Feb 2018 04:30
Last Modified: 08 Feb 2018 04:30
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21906

Actions (login required)

View Item View Item