Upacara keleman dan pandangan masyarakat Islam di Desa Plaosan Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo

Widayati, Nurul (2009) Upacara keleman dan pandangan masyarakat Islam di Desa Plaosan Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Nurul Widayati_E02205003.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan pokok tentang upacara keleman dan pandangan masyarakat Islam di Desa Plaosan kecamatan Wonoayu kabupaten Sidoaijo. Secara metodologis, penelitian dilakukan dengan menggunakan metode atau pendekatan kualitatif. Unit analisisnya adalah masyarakat Islam di desa Plaosan kecamatan Wonoayu kabupaten Sidoaijo, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, interview dan dokumentasi. Jenis analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Teknik analisis yang digunakan terdiri dari tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Landasan teori dan konsep yang digunakan untuk menganalisis fenomena yang teijadi adalah tipologi Islam Indonesia oleh Cliffodh Geertz, konsep dan pendekatan tidak untuk diuji, tetapi digunakan sebagai titik keberangkatan untuk menjelaskan upacara keleman dan pandangan masyarakat Islam yang telah terbukti ada. Temuan penelitian ini adalah: Pertama, deskripsi upacara keleman bagi masyarakat Islam di desa Plosan. Yaitu: Pertama, sejarah upacara keleman, yaitu diawali dengan timbulnya wabah penyakit yang merusak tanaman padi yang teijadi berulang kali. Sejak peristiwaitu masyarakat petani Plaosan melakukan upacara selamatan yang diberi nama Keleman. Kedua, dasar dan tujuan upacara bagi masyarakat Islam Plaosan. , agar tanaman padi dalam keadaan selamat, agar masyarakat desa Plaosan secara keseluruhan selamat dari gangguan wabah penyakit, agar hasil panen bisa memuaskan, untuk mempererat tali persaudaraan. Ketiga, motivasi masyarakat melakukan upacara keleman, yaitu; masyarakat mersa bangga karena tanaman padi secara keseluruhan telah selesai dengan selamat dan apabila tidak melakukan upacara keleman maka tanamannya mudah terserang penyakit. Keempat, pelaksanaan upacara keleman, penentuan waktu upacara tidak bisa ditentukan baik bulan, tanggal maupun hari dalam setiap tahunnya. Upacara keleman diadakan di Grombol, Pendopo, dan di rumah-rumah. Kelima, persiapan dan perlengkapan upacara yaitu; Macam-macam nasi beserta lauknya, bubur, buah, kupat lepet, dan makanan ringan atau jajanan. Keenam, prosesi atau prosedur upacara keleman, yaitu; Pra upacara keleman. dan Prosesi upacara keleman meliputi; prosesi persembahan sesajidan prosesi upacara keleman secara formal yang terdiri dari: pembukaan, sambutan-sambutan, mocopatan, pembacaan tahlil dan do’a, diantaranya sebagai berikut: tawasul, muroqobah, thlil dan dzikir, dzikir berupa sholawat, membaca S, Al-Fatihah, An-Nas, danAl-Falaq 30 kali, dan do’a atau penutupJEedttfl, pandangan masyarakat Islam desa Plaosan tentang upacara keleman, yang terdiri dari; Pertama, upacara keleman sejalan dengan ajaran Islam. Kedua, upacara keleman tidak sejalan dengan ajaran Islam. Ketiga, sebagian sejalan dengan ajaran Islam dan sebagian tidak sejalan dengan ajaran Islam. Keempat, upacara keleman tidak perlu dipertentangkan dengan ajaran Islam, justru harus dilestarikan. Juga terdapat dampak atau pengaruh adanya upacara keleman. Yaitu dampak positif dan negatif. Akan tetapi dampak positif lebih besar dirasakan masyarakat Islam di desa Plaosan. Perlu diketahui bahwa upacara keleman merupakan suatu tradisi yang sudah dilakukan secara turun-menurun dan dilestarika sampai sekarang.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Suwarko, Andi
Uncontrolled Keywords: Upacara keleman; Masyarakat Islam; Adat
Subjects: Adat
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 10 Jan 2018 02:43
Last Modified: 10 Jan 2018 02:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21884

Actions (login required)

View Item View Item