Peran doa terhadap takdir Allah dalam hadis Sunan Ibnu Majah Nomor Indeks 90

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mufarriha, Laila (2010) Peran doa terhadap takdir Allah dalam hadis Sunan Ibnu Majah Nomor Indeks 90. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Laila Mufarriha_E03206050.pdf

Download (5MB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21804

Abstract

Orang-orang berselisih pendapat mengenai faidah doa. Sebagian mengatakan bahwa doa tidak ada gunanya, karena segala sesuatu telah ditentukan dan dicatat sejak zaman azali. Pendapat yang lain mengatakan bahwa doa bisa menolak musibah. Kedua pendapat tersebut mempunyai dalil-dalil tersendiri yang pada dasamya dapat dikomparasikan tanpa adanya pertentangan. Unt uk menghindari adanya perbedaan pendapat mengenai faidah doa, dalam karya ini akan dijelaskan sejauh manakah peran doa terhadap takdir Allah, dengan menganalisa hadis Nabi yang diriwayat kan oleh Ibnu Majah, dalam kit ab Sunan-nya nomor indeks 90. Bagaimana kualitas dan pemaknaan hadis Sunan Ibnu Majah nomor indeks 90 tentang peran doa terhadap takdir Allah? Kedua pertanyaan tersebut akan terjawab dalam karya ilmiah ini. Skripsi ini merupakan hasil penelitian kepustakaan untuk merespon permasalahan tentang bagaimana kualitas sanad, main, dan pemaknaan hadis tentang peranan doa terhadap takdir Allah dalam hadis Sunan lbnu Majah nomor indeks 90. Jenis penelitian ini adalah literer (library research). Maka, pengumpulan data diperoleh dengan menelusuri kitab sunanlbnu Majah, juga dibantu dengan kitab standar lainnya, yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode takhrij, i'tibar, kritik sanad dan matn. Sedangkan Fokus penelitian ini adalah ingin memahami deskripsi tentang peranan doa terhadap takdir Allah yang dijelaskan dalam hadis Sunan lbnu Majah nomor indeks 90. Penelitian ini menjelaskan bahwa kualitas hadis tentang peran doa terhadap takdir Allah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan jalur Ali bin Muhammad, Waki' bin Jarrah, Sufyan al-Tsaury, Abdullah bin Isa, Abdullah bin Abi Ja'ad, Tsauban yang langsung menerima dari Rasulullah SAW, adalah berstatus shahih. Nilai ke-shahih-an ini bersumber dari ke-muttashil-an, keadilan dan ke-dlabith-an semua rawi dalam sanad tersebut tidak dijumpai adanya cacat dan janggal. Sedangkan yang menjadi pengukuh sanad jalur lbnu Majah adalah sanad-sanad dari jalur Imam at-Tirmidzi, Imam Ahmad dan Hakim. Dari sekian pengukuh tersebut ditemukan adanya pe-rawi yang berstatus syahid dan muttabi' yang semuanya dinilai oleh kritikus hadis, sebagai pe-rawiyang tsiqah dan dlabith. Sedangkan kajian matn hadis tersebut tidak ditemukan adanya bukti pertentangan dengan al-Quran, hadis yang shahih, dan fakta history. Maka dengan demikian, hadis tersebut tergolong hadis yang shahihun maqbulun ma'mulun bihi. Dapat dipahami dari pemaknaan hadis tersebut, bahwasanya kekuatan doa dapat menolak bala' (takdir buruk) adalah suatu yang telah ditetapkan oleh takdir. Adanya perubahan yang disebabkan oleh doa hanya terjadi pada dimensi manusia tidak pada dimensi Tuhan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mufarriha, Laila--UNSPECIFIED
Subjects: Aqidah
Aqidah
Wajib Belajar > Aqidah

Doa dan Zikir
Keywords: Doa; takdir Allah; Sunan Ibnu Majah
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 02 Jan 2018 08:16
Last Modified: 02 Jan 2018 08:16
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21804

Actions (login required)

View Item View Item