Tinjauan hukum Islam tentang persepsi masyarakat Desa Beget Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro terhadap perkawinan poliandri

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Pamungkas, Septiawan Tri (2012) Tinjauan hukum Islam tentang persepsi masyarakat Desa Beget Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro terhadap perkawinan poliandri. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Septiawan Tri Pamungkas_C01207039.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan tentang 1. Bagaimana persepsi masyarakat Desa Beget Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro terhadap perkawinan poliandri. 2. Apa faktor-faktor yang melatarbelakangi perkawinan poliandri di Desa Benget Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.3. Bagaimana tinjauan hukum Islam tentang persepsi masyarakat Desa Beget Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro terhadap perkawinan poliandri. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptis analisis dengan melakukan wawancara dan studi dokumen, serta menggunakan pola pikir deduktif, yaitu menggunakan data penelitian yang umum berupa data tentang perkawinan poliandri. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Beget Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro membiarkan anggota warga mereka melakukan perkawinan poliandri, tanpa adanya teguran karena mereka masih menganggap pelaku sebagai tetangga, masih menghargai, masih menghormati dan ingin menjaga kerukunan tetangga. Adapun faktor yang melatar belakangi terjadinya perkawinan poliandri diantaranya ada izin dari suami, kurangnya nafkah lahir dan batin, izin dari pihak keluarga dan kurangnya pengetahuan tentang hukum Islam. Kemudian dalam hukum Islam sendiri telah dijelaskan di al Qur'an dan hadis, yang mana pemikahan poliandri jelas dilarang. Kompilasi Hukum Islam, Undang­ undang Hukum Perdata dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 pasal 3 ayat 1 yaitu pada azasnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri, sesorang wanita hanya boleh memiliki seorang suami. Maka dalam hal ini jelas bahwa seorang wanita diharuskan mempunyai seorang suami. Dengan ketentuan di atas hendaknya masyarakat Desa Beget Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro menegur dan mengingatkan bahwa perkawinan poliandri adalah perkawinan yang dilarang. Bagi pihak yang berwenang di desa seperti perangkat desa, tokoh agama agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pengenalan perkawinan yang berdasarkan syariat dan tidak bertentangan dengan agama Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Pamungkas, Septiawan Tri--UNSPECIFIED
Subjects: Nikah
Nikah > Poliandri
Uncontrolled Keywords: Persepsi masyarakat; perkawinan poliandri
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 21 Dec 2017 08:21
Last Modified: 21 Dec 2017 08:21
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21753

Actions (login required)

View Item View Item