Perbandingan penafsiran Thair Ababil antara Muhammad Abduh dengan Sayyid Quthub: kajian tafsir komparatif dalam surat al-Fil

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nasrullah, Muhammad (2011) Perbandingan penafsiran Thair Ababil antara Muhammad Abduh dengan Sayyid Quthub: kajian tafsir komparatif dalam surat al-Fil. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Nasrullah_E23206064.pdf

Download (3MB)

Abstract

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah I ) Bagaimana penafsiran "Thair Ababil" dalam surat al-Fil menurut Muhammad Abduh 2) Bagaimana penafsiran 'Thair Ababil" dalam surat al-Fil menurut Sayyid Quthub 3) Bagaimana persamaan penafsiran Muhammad Abduh dan Sayyid Quthub 4) Bagaimana perbedaan penafsiran Muhammad Abduh dengan Sayyid Quthub. Tujuan penelitian ini adalah untuk memproporsionalkan data penafsiran Muhammad Abduh dan Sayyid Quthub, sebagai wacana bagi umat islam tentang variasi-variasi penafsiran yang muncul dalam kalangan islam di zaman dulu dan sekarang, untuk bisa mengembangkan penafsiran ayat yang tidak dapat diterima masyarakat untuk dirasionalkan atau cukup dengan penafsiran yang ada. Dalam menjawab permasalahan tersebut penel itian ini bersifat kepustakaan (library research) dengan menggunakan Diskri ptif-Anal isis yaitu menggambarkan atau menjelaskan penafsiran-penafsiran yang berkai tan dengan penelitian ini, kem udian membandingkan atau mengkomparasi kan penafsiran kedua mz{fasir tersebut. Langkah-langkah penelitian i ni adalah. bab I merupakan kerangka berfiki r, bab II adalah kerangka keil muan, bab Ill menyajikan data kedua penafsir beserta penduk ung-penduk ung kedua penafsi r dan menganal isa penafsi ran kedua penafsir, dan pada bab IV adalah kesimpulan. Selama bergel ut di dunia akadem is, tidak ditem ukan pem bahasan yang mendala m berupa rangk uman menjadi sebuah buk u yang tersendi ri mengenai ''Thair Ahabir dalam surat al-Fi l sebagai lalat atau nyam uk yang membawa virus sehingga mengakibatkan penyaki t cacar atau campak. Padahal ulama terdahul u dan ulama modem sudah banyak yang membahasnya dalam karya-karya mereka, bai k mereka setuju terhadap pendapat tersebut atau tidak. Dalam penulisan ini hanya dikemukakan dua nnfasir yang mewaki l i kelom pok pro dan kontra, kelompok yang pro terhadap ''71wir AhahiI" sebagai hewan terbang yang membawa virus, diwak ili oleh Muham mad Abduh, ulama yang hid upnya di Afrika merupakan daerah yang terkenal mengedepankan akal. Di kelom pok yang kontra terhadap "Thair Ahahi f' sebagai hewan terbang yang membawa vi rus, diwaki l i oleh Sayyid Quth ub yang hidup di Mesir merupakan daerah yang membawa konsep negara Islam yang ditempuh oleh kaum salaf yang shal i h yang tidak mengedepankan akal. Kesi mpulan dari penel itian i ni yait u, "71wir Abahi f' sebagai hewan yang terbang mem bawa virus meru pakan wilayah perselisi han para ulama modem h ingga sekarang. Nam un "11wir Ahahit' sebagai hewan yang terbang mem bawa v irus mcru pa kan pendapat yang memaksakan akal u nt uk d irasional kan, sebab hat it u adal ah unsur intensitas atas Perbuatan Tuhan yang l ua r biasa.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nasrullah, MuhammadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Biografi > Biografi Islam
Al Qur'an
Tafsir
Keywords: Penafsiran Thair Ababil; Muhammad Abduh; Sayyid Quthub; surat al-Fil
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 19 Dec 2017 03:27
Last Modified: 19 Dec 2017 03:27
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21700

Actions (login required)

View Item View Item