Tinjauan hukum pidana Islam terhadap sanksi pidana bagi penjual dan pengedar pil PCC (Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol) menurut Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mubarog, Yuga Putri (2017) Tinjauan hukum pidana Islam terhadap sanksi pidana bagi penjual dan pengedar pil PCC (Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol) menurut Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (976kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (407kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (709kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (529kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (750kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (306kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (264kB) | Preview

Abstract

Skripsi dengan judul Tinjauan Hukum Pidana Islam Terhadap Sanksi Pidana Bagi Penjual Dan Pengedar Pil PCC (Paracetamol, Caffeine Dan Carisoprodol) Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan ini adalah hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab pertanyaan bagaimana sanksi bagi penjual dan pengedar pil PCC (Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol), sertabagaimana analisis hukum pidan islam terhadap sanksi bagi penjual dan pengedar pil PCC (Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol). Data penelitian ini dihimpun melalui kajian pustaka, yang selanjutnya diolah dengan beberapa tahap yaitu editing yaitu pemeriksaan kembali terhadap semua data yang telah diperoleh, organizing yaitu menyusun dan mensistematiskan data-data yang telah diperolah, dan analizingyang selanjutnya akan dianalisis menggunakan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penjual dan pengedar pil PCC (Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol) di hukum dengan seberat – beratnya, serta di lihat tingkat perbuatannya apakah pelakunya melakukan sekali atau melakukan berulang kali. Maka hukuman tersebut tetap harus pada porsinya agar bisa mendapat efek jera dan pemebelajaran bagi lainnya. Dan pelaku yang memang telah menjual dan mengedarkan pil ini sudah patut untuk mendapatkan hukuman sesuai dengan undang-undang yang ada. karena sudah membahayakan anak anak, remaja maupun semua kalangan serta dampak yang di timbulkan cukup besar pula. Sedangkan apabila kita melihat hukuman penjual dan pengedar pil PCC yang diiyaskan dengan khamr, hukum pidana islam melihat itu adalah hudud, sudah jelas terdapat nasnya dalal Al-Quran dan As-Sunnah. Dalam hal ini penulis berpendapat hukuman bagi penjual dan pengedar pil PCC dihukum menurut undang-undang yang ada dengan sesuai porsinya. Sejalan dengan kesimpulan di atas, di harapkan: pertama dalam penetapan hukuman bagi penjual dan pengedar pil PCC pemerintah harus melihat secara detail tentang hukuman tersebut, kedua pemerintah juga seharusnya memikirkan untuk melihat dampak dari hukuman tersebut bagi pelaku dan korban, dan ketiga, pemerintah bisa memikirkan dengan baik dalam merumuskan sebuah hukum jangan terlalu mengambil kebijakan tanpa ada dasar yang mendasari dengan kuat dan jelas.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mubarog, Yuga PutriYugaputrimubarog70@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hukum > Hukum Pidana Islam
Kesehatan
Kesehatan
Uncontrolled Keywords: Hukum pidana Islam; penjual; pengedar; PCC (Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Mubarog Yuga Putri
Date Deposited: 14 Nov 2017 04:22
Last Modified: 14 Nov 2017 04:22
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21304

Actions (login required)

View Item View Item