ANALISIS SADD AL-DHARI’AH TERHADAP DAMPAK KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENETAPAN STATUS PERLINDUNGAN PENUH IKAN HIU PAUS (RHINCODON TYPUS)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sa’diyah, Ni’matus (2015) ANALISIS SADD AL-DHARI’AH TERHADAP DAMPAK KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENETAPAN STATUS PERLINDUNGAN PENUH IKAN HIU PAUS (RHINCODON TYPUS). Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (403kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (36kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (40kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (223kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (233kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (73kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (25kB) | Preview

Abstract

Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara wawancara
(interview) dan dokumentasi secara langsung untuk memperdalam data-data dan dokumenter dari tempat penelitian yang kemudian di analisis dengan teknik deskriptif analisis menggunakan pola pikir induktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak KEPMEN-KP RI No.18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus
(Rhyncodon Typus) yakni terjaganya ekosistem laut yang stabil. Al-Qur’an dan hadith menyatakan bahwa dihalalkan memakan makanan yang berasal dari laut. Dan ikan hiu paus merupakan ikan yang hidup di laut yang bernafas menggunakan ingsan dan tidak termasuk sebagai golongan ikan buas. Ikan hiu paus yang merupakan predator utama di laut, jika tidak ada karena mati atau terbunuh oleh manusia dapat berakibat rusaknya ekosistem laut. Melihat kondisi yang demikian, untuk menganalisis secara tajam dapat menggunakan sadd al-
dhari’ah yakni jalan untuk menutup kerusakan. Sehingga yang awalnya melakukan kegiatan mu’amalah selain penelitian dan pengembangan terhadap ikan hiu paus dalam ajaran al-Qur’an dan hadith adalah halal maka dilihat dari
kaca mata sadd al-dhari’ah menjadi haram. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka hendaknya pada DITJEN KP3K,
Menteri Kelautan dan Perikanan, Balai Karantina Ikan, serta stake holder lainnya untuk mempertegas aturan perundang-undangan dan keputusan Menteri yang berlaku sehingga pelaku kejahatan laut dapat diminimalisir. Kepada masyarakat
untuk lebih selektif lagi dalam memilih daging ikan hiu. Jangan sampai ikan hiu yang dilindungi menjadi objek untuk bermu’amalah. Dan untuk menjaga kelestarian semua jenis ikan hiu, sebaiknya kita turut melindungi dan tidak
bereksploitasi dalam bentuk apapun.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sa’diyah, Ni’matusUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Uncontrolled Keywords: Perlindungan; Ikan Hiu Paus; Rhincodon Typus
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Users 274 not found.
Date Deposited: 03 Aug 2015 08:37
Last Modified: 06 Aug 2015 07:47
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2123

Actions (login required)

View Item View Item