Tinjauan hukum Islam terhadap dampak negatif penyaluran beras bersubsidi Keluarga Sejahtera (RASTRA) secara merata di Desa Gulbung Kec. Pangarengan Kab. Sampang

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fitriyah, Masruhatul (2017) Tinjauan hukum Islam terhadap dampak negatif penyaluran beras bersubsidi Keluarga Sejahtera (RASTRA) secara merata di Desa Gulbung Kec. Pangarengan Kab. Sampang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (747kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (240kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (376kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (608kB) | Preview
[img] Text
Bab 2.pdf

Download (968kB)
[img] Text
Bab 3.pdf

Download (437kB)
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (410kB)
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (378kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (520kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab persoalan tentang Bagaimana proses penyaluran beras keluarga sejahtera (Rastra) secara merata di desa Gulbung dan Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap dampak negatif penyaluran beras keluarga sejahtera (Rastra) secara merata di Desa Gulbung Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh langsung melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan metode dokumentasi. Sedangkan analisisnya berupa analisis dengan menggunakan pola pikir induktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pelaksanaan Rastra dilakukan oleh kelompok kerja yang ditunjuk oleh kepala desa Gulbung dengan tugas menerima beras dari Satker Rastra dan menjual/menyeahkan kepada masyarakat desa Gulbung baik yang mampu ataupun tidak mampu sesuai giliran setiap dusun, mengadministrasikan penyaluran Rastra, serta menyetorkan uang pembayaran HTR kepada Satker rastra. Adapun dampak negatif dari penyaluran beras Rastra di desa Gulbung secara merata kepada masyarakat desa baik miskin maupun tidak miskin dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu: dari aspek jual beli, bahwa jual beli atau tebusan beras yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak miskin dilarang dan tidak sah disebabkan tidak sesuai dengan peratuan pemerintah; dari aspek hak, bahwa masyarakat miskin adalah masyarakat yang berhak menerima bantuan beras Rastra dari pemerintah sehingga dengan pembagian Rastra secara merata akan mengambil atau mengurangi hak masyarakat miskin; dari prinsip keadilan, bahwa penyaluran beras Rastra tersebut telah melanggar prinsip keadilan disebabkan beras Rastra tidak diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima secara semestinya sesuai dengan aturan yang berlaku. Saran yang dapat penulis berikan: Aparat desa Gulbung memberikan sosialisasi dan informasi secara merata kepada masyarakat di desa Gulbung agar masyarakat yang tidak miskin mengerti bahwa hak masyarakat miskin selama ini telah diambil dan untuk menghindari adanya kecemburuan sosial antar sesama masyarakat desa Gulbung. Selain itu, sebaiknya aparat desa Gulbung melakukan koordinasi kembali dengan satgas Rastra untuk memperbaharui jumlah KPM di desa Gulbung agar Rastra dapat dibagikan sesuai sasaran dan dapat mengikuti petunjuk Pedoman Umum Rasta 2017 dengan baik dan benar.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fitriyah, Masruhatulmasruhatulfitriyah@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Aqidah
Aqidah
Wajib Belajar > Aqidah

Hak Asasi Manusia
Keywords: Penyaluran beras bersubsidi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Fitriyah Masruhatul
Date Deposited: 10 Nov 2017 07:15
Last Modified: 10 Nov 2017 07:15
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21148

Actions (login required)

View Item View Item