Konsep laba dalam jual beli: kajian hadis Sunan Ibnu Majah No. Indeks 4024

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Arianto, Basri (2010) Konsep laba dalam jual beli: kajian hadis Sunan Ibnu Majah No. Indeks 4024. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Cover.pdf

Download (547kB)
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (111kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (103kB) | Preview
[img] Text
bab 1.pdf

Download (491kB)
[img] Text
Bab 2.pdf

Download (846kB)
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (757kB) | Preview
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (95kB)
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (147kB) | Preview

Abstract

Setiap orang memiliki kebebasan untuk berusaha mendapat harta dan mengembangkannya. Menurut hukum dagang Islam, berdagang atau bemiaga adalah suatu usaha yang bermanfaat yang menghasilkan laba, yaitu sisa lebih setelah adanya kompensasi secara wajar terhadap faktor-faktor produksi. Jadi, laba menurut ajaran agama Islam adalah keuntungan yang wajar dalam berdagang dan bukan riba. Hal semacam ini sudah nampak lumrah di kalangan pedagang, yakni mengambil keuntungan dari apa yang telah diusahakannya. Sementara besar kecilnya laba yang dimaksud dipasrahkan sepenuhnya kepada pedagang, sebab Islam tidak memberikan batasan tertentu terhadap laba dalam perdagangan. Namun ketentuan seperti ini bisa jadi merugikan salah satu pihak. Oleh karena itu fenomena semacam ini seharusnya dicarikan solusi sebagai penyelesainnya. Penelitian hadis yang terdapat dalam Sunan Ibnu Majah no. Indeks 4024 diharapkan dapat memberikan satu pemahaman yang dapat dijadikan sebagai rujukan dalam menjawab fenomena ini. Penelitian ini mengarah kepada kualitas, kehujjahan, dan pemaknaan hadis. Dalam pengumpulan data digunakan model library research (kepustakaan) dan dalam mengkaji data digunakan metode takhrij, 'itibar, kritik sanad maupun matan dan teori pemaknaan. Penelitian hadis tentang konsep laba dalam jual beli ini menghasilkan bahwa hadis tersebut berkualitas shahih li dzatihi karena semua sanadnya bersambung mulai mukharrij al-hadis-nya sampai kepada sumber utama berita, yaitu Rasulullah SAW. Disamping itu, semua periwayatnya mempunyai kualitas (kredibilitas) yang tsiqah, shuduq dan hafizh. Hadis ini juga termasuk hadis gharib karena hanya diriwayatkan oleh seorang sahabat saja yaitu ‘Urwah al-Bariqiy. Disamping itu matan hadis tersebut tidak bertentangan dengan tolak ukur yang dijadikan sebagai barometer penilaian kt-shahTh-an matan. Sehingga hadis ini dapat dijadikan sebagai hujjah dan dapat diamalkan (maqbul ma’mul bihi). Sedangkan pemaknaan hadis yang dilakukan dengan berbagai pendekatan seperti bahasa, historis, dan sosiologis menghasilkan suatu pemahaman bahwa Islam tidak memberikan batasan tertentu terhadap laba atau keuntungan dalam perdagangan. Semua itu diserahkan kepada masing-masing pedagang dan tradisi masyarakat sekitar, dengan tetap memelihara kaidah-kaidah keadilan dan kebijakan serta larangan memberikan mudlarat terhadap diri sendiri ataupun terhadap orang lain.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Arianto, Basri--UNSPECIFIED
Subjects: Jual Beli
Uncontrolled Keywords: Ibnu Majah; laba; jual beli
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 03 Nov 2017 07:51
Last Modified: 01 Nov 2018 02:11
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20967

Actions (login required)

View Item View Item