Pemaknaan Kasiyatu Ariyatu dalam hadis Musnad Ahmad nomor indeks 8311

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Winanto, Akhmad Agil (2010) Pemaknaan Kasiyatu Ariyatu dalam hadis Musnad Ahmad nomor indeks 8311. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (540kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (101kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (298kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (515kB) | Preview
[img] Text
Bab 3.pdf

Download (513kB)
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (489kB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (65kB) | Preview
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (87kB)

Abstract

Dalam era modem ini terkadang individu cenderung memaksakan kehendaknya, tak terkecuali dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan bermunculan perspektif bahwa esensi agama Islam harus dipaksa mengikuti zaman yang maju ini. Dalam cara berbusana pun demikian, banyak generasi muda muslim saat ini memaksakan busana muslim disesuaikan dengan mode yang berkembang atau tren. Padahal belum tentu cara busana itu sesuai dengan ajaran Islam. Maka fokus penelitian ini adalah ingin memahami deskripsi kasyatu ariyatu (tertutup tapi telanjang). Yaitu cara berpakaian wanita muslimah, yang sesuai syariat dan tidak mengundang fitnah. Skripsi ini merupakan hasil penelitian kepustakaan untuk merespon permasalah tentang bagaimana kualitas sanad, matan, dan nilai ke-hujjah-an. hadis tentang kasyatu ariyatu dalam musnad Ahmad nomor indeks 8311. Jenis penelitian ini adalah literer (library research). Maka, pengumpulan data diperoleh dengan menelusuri kitab musnad Ahmad, juga dibantu dengan kitab standar lainnya, yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode takhrij, i'tibar, kritik sanad dan matan. Penelitian ini menjelaskan bahwa kualitas hadis tentang kasyatu ariyatu dalam musnad Ahamd nomor indeks 8311 dengan jalur Aswad bin Amir, Syarik, Suhail bin Abi Shalih, Abu Shalih, Abu Hurairah yang langsung menerima dari Rasulullah SAW, adalah berstatus shahih li dzatihi. Nilai ke-shahih-an ini bersumber dari ke-muttasil-an, keadilian dan ke-dhabit-an semua rawi dalam sanad tersebut tidak dijumpai adanya cacat dan janggal. Sedangkan yang menjadi pengukuh sanad jalur Imam Ahmad adalah sanad-sanad dari jalur Imam Muslim dan Imam Malik, Dari sekian pengukuh tersebut ditemukan adanya pe-rawi yang berstatus shahid dan muttabi'i qashir yang semuanya dinilai oleh kritikus hadis, sebagai perawi yang tsiqqah dan dhabit. Sedangkan kajian matan hadis tersebut tidak ditemukan adanya bukti pertentangan dengan al-Quran, hadis yang shahih, fakta histori dan rasionalitas. Maka dengan demikian, hadis tersebut tergolong hadis yang shahihun maqbulun ma’mulun bihi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Winanto, Akhmad AgilUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tasfir Hadis
Uncontrolled Keywords: Musnad Ahmad; Hadis
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 02 Nov 2017 04:22
Last Modified: 02 Nov 2017 04:22
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20939

Actions (login required)

View Item View Item