Nikmah, Ulin (2010) Makna shirath dalam al-qur’an: kajian maudhu’i. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (446kB)
Abstrak.pdf
Download (119kB)
Daftar Isi.pdf
Download (143kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (129kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (177kB) | Preview
Abstract
Di dalam al-Qur’an banyak ditemukan ayat-ayat tentang al shirath al mustaqim dan di kalangan para mufassir terdapat beragam penafsiran tentang makna dari al shirath al mustaqim tersebut. Hal itu berhubungan dengan arti al shirath al mustaqim secara hissi (inderawi) dan maknawi (logis). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran al shirath al mustaqim dalam al-Qur’an dan berbagai penafsiran para mufassir tentang al shirath al mustaqim serta pengertiannya secara hissi (inderawi) dan maknawi (logis). Penelitian ini menjelaskan berbagai penafsiran para mufassir tentang al shirath al mustaqim dan pengertiannya secara hissi (inderawi) dan maknawi (logis), di mana dengan berbagai penafsiran tersebut dapat diketahui arti dari al shirath al mustaqim dalam al-Qur’an secara haqiqi. Penelitian ini bersifat pustaka dengan menggunakan metode maudhu’i (tematik), yaitu dengan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan al shirath al mustaqim dan menganalisa isi kitab-kitab tafsir serta buku- buku yang berkaitan dengan al shirath al mustaqim. Kitab-kitab tafsir tersebut di antaranya: tafsir al-Qur’an al-Adzim, Al-Niir dan Shafwat al Tafasir. Sedangkan buku-buku yang berkaitan dengan al shirath al mustaqim di antaranya: Mukhtarath min Kitab Iqtidha' al Shirath al Mustaqim MuJchalafatu Ashab al Jahim dan Fafirru ila Allah. Analisis dilakukan dengan mendiskripsikan pendapat para mufassir tentang al Shirath al Mustaqim. Data yang ditemukan menunjukkan bahwa arti al shirath al mustaqim adalah: jalan para Nabi dan Rasul serta orang-orang teidahulu, agama Islam, al- Qur’an, kebenaran, tauhid dan beramal shaleh. Di samping itu juga ada yang menafsirkan jembatan yang membentang di atas jahannam yang menghubungkan antara mauqif (tempat penantian keputusan Allah di alam akhirat) dengan surga dan meski harus dilewati oleh semua manusia. Perbedaan penafsiran tersebut disebabkan perbedaan dalam pemahaman makna lafadz al-Qur’an. Dengan demikian dapat disimpulkan beragamnya makna al shirath al mustaqim menunjukkan bahwa al shirath al mustaqim memiliki arti secara luas yang kesemuanya tertumpu pada satu tujuan yaitu: taat kepada Allah. Karena dengan itba ’ ( mengikuti) Nabi dan sahabatnya berarti berada dalam kebenaran, dan orang yang mengikuti kebenaran berarti telah mengikuti jalan Islam, dan orang yang mengikuti jalan Islam berarti ia telah berpegang teguh pada al-Qu’an yaitu kitab Allah sebagai tali yang kokoh dan jalan yang lurus. Di samping itu juga menunjukkan keagungan al-Qur’an dalam memberikan petunjuk bagi umat manusia sekaligus penuntun dan penyelamat sehingga dapat memberikan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Hal tersebut menunjukkan bahwa Al shirath al mustaqim merupakan hal yang paling mustahaq (di butuhkan) dalam kehidupan manusia.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Makna shirath; al-Qur’an; kajian maudhu’i |
| Subjects: | Akhirat Al Qur'an Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis |
| Depositing User: | Editor : samid library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 31 Oct 2017 08:31 |
| Last Modified: | 31 Oct 2017 08:31 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20912 |
