Kontribusi al-Syaf'i dalam bidang ilmu hadith

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sholihin, Sholihin (2017) Kontribusi al-Syaf'i dalam bidang ilmu hadith. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (440kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (481kB)
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (6MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (665kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (819kB)

Abstract

Sholihin, 2017. Kontribusi al-Syafi'i dalam bidang ilmu hadith.i Tesis Program StudiIlmu hadis Pasca Sarjana Uneversitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya. Pembimbing Prof. Dr. H. Idri, M.Ag. Tesis ini memiliki dua rumusan masalah, yaitu bagaimana pemikiran al-Syafi'i dalam bidang ilmu hadith dan bagaimana kontribusi al-Syafi'i dalam bidang ilmu hadith. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian adalah penelitian kualitatif, karena penelitian ini menggunakan instrument library research. Ditinjau dari masalah yang penulis teliti, jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian ilmu hadis, karena yang dikaji dalam penelitian ini adalah pemikiran al-Syaf'i yang berkaitan dengan ilmu hadith. Hasil Penelitian membuktikan bahwa, al-Syafi'i memiliki kontribusi yang besar dalam bidang ilmu hadith. Adapun kontribusi al-Syafi’i dalam bidang ilmu hadith adalah berupa teori-teori yang lahir dari pemikirannya dalam beberapa cabang ilmu yang belakangan dikenal sebagai cakupan ilmu dirayah al-Hadîts. Bentuk kontribusi al-Syafi’i yang paling nyata dalam klasifikasi ini adalah keberadaan hadis Ahad. Ia melakukan upaya untuk memberikan klasifikasi sejumlah hadith-hadith yang dinisbatkan kepada Rasulullah saw. Secara garis besar, ia mengklasifikasikan hadith-haditth Rasulullah saw ke dalam dua bagian: Pertama, khabar ‘ammah (hadis mutawatir) yang langsung dapat dijadikan sebagai hujjah dan wajib ditaati serta diamalkan. Kedua, khabar khashshah (hadis ahad) yang tidak dapat langsung dijadikan sebagai hujjah, kecuali apabila memenuhi syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan. Kehujjahan khabar khashshah tergantung pada sejauh mana persyaratan yang mendukungnya. Konsep pengklasifikasian hadis yang dikemukakan inilah kemudian diikuti oleh mayoritas ulama’ (jumhur). Hanya saja mereka menggunakan istilah hadîts mutawatir untuk khabar ‘ammah, dan hadîts ahad untuk khabar khashshah. Kemudian dalam kaitan persyaratan ittishâl al-sanad, al-Syafi’i menolak hadis mursal. Pernyataan ini menunjukkan bahwa al-Syafi’i termasuk orang yang tasyaddud terhadap periwayatan hadith. Dengan demikian jelas bahwa al-Syafi’i telah meletakkan dasar-dasar tashhîh dan tadh’îf. Kendati secara metodologi belum tampak dengan jelas, paling tidak dasar-dasar yang diletakkan al-Syafi’i menjadi dasar ulama’ ahli hadith sesudahnya.
Kata Kunci: Kontibusi al-Syafi'i, al-Syafi'i dan Ilmu Hadith

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sholihin, Sholihinsholihinfarzan@yahoo.comUNSPECIFIED
Subjects: Biografi > Biografi Islam
Hadis
Uncontrolled Keywords: Kontribusi al-Syafi'i; ilmu hadith
Divisions: Program Magister > Ilmu Hadis
Depositing User: Sholihin Sholihin
Date Deposited: 01 Nov 2017 01:59
Last Modified: 01 Nov 2017 01:59
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20910

Actions (login required)

View Item View Item