Etika memuji orang lain dalam Sunan Abu Dawud nomor indeks 4805

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ahsanudin Basyari, Ahsanudin Basyari (2012) Etika memuji orang lain dalam Sunan Abu Dawud nomor indeks 4805. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Cover.pdf

Download (490kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (99kB)
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (116kB) | Preview
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bab 2.pdf

Download (866kB)
[img] Text
Bab 3.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (216kB) | Preview

Abstract

Puji-memuji "madaha" terhadap sesama manusia, merupakan tabiat atau kebiasaan yang sudah mendarah daging pada diri masing-masing individu. Oleh karena itu Islam mengajarkan bagaimana etika memberi pujian kepada sesama manusia tanpa menimbulkan dampak negatif dan disisi lain tidak rusak agamanya bagi yang dipuji. Oleh karena itu panelitian ini akan mencoba memberi pemahaman terhadap etika memuji orang lain dengan bertolak pada hadis riwayat Abu Diwud yang akan dikemukakan pada bab yang selanjutnya. Skripsi ini merupakan basil penelitian kepustakaan untuk memahami permasalahan tentang bagaimana kualitas sanad, matan dan nilai ke-hujjah-an hadis tentang etika memuji orang lain dalam Sunan Abu Diwud nomor indeks 4805. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Iiterer (library research). Maka, pengumpulan data diperoleh dengan menelusuri kitab Sunan Abu Diwud, juga dibantu dengan kitab standar lainnya, yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode tahrij, kritik sanad dan matan. Penelitian ini menjelasakan bahwa kualitas hadis tentang etika memuji orang lain dalam Sunan Abu Diwud nomor indeks 4805 dengan jalur Ahmad bin Yunus, Abu Syihib, Khilid al Khadzi, Abdurrahman bin Abi Bakrah, Abu Bakrah yang lansung menerima dari Rasulullah SAW, adalah berstatus shahih lidzati-hi. Nilai ke­ shahih-an ini bersumber dari ke-muttasil-an, keadilan dan ke-dhabit-an semua rawi dalam sanad tersebut tidak dijumpai adanya cacat dan janggal. Sedangkan yang menjadi pengukuh sanad jalur Abu Diwud adalah Imam Bukhari, Imam Muslim, lbnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal, dari sekian pengukuh tersebut ditemukan adanya perawi yang berstatus shahid dan muttabi' qashir yang semuanya dinilai oleh kritikus hadis sebagai perawi yang tsiqah dan dhabit. Sedangkan kajian matan hadis tersebut tidak ditemukan adanya bukti pertentangan dengan Alquran, hadis yang shahih, juga fakta historis dan rasionalitas. hanya saja ada pertentangan yang mana itu bisa dikompromikan dengan ilmu Mukhtalif al hadits, Maka dengan demikian, hadis tersebut tergolong hadis yang shahihun maqbulun ma 'mulun bihi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ahsanudin Basyari, Ahsanudin BasyariUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Etika
Hadis
Tafsir
Uncontrolled Keywords: Etika memuji; Sunan Abu Dawud nomor indeks 4805
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 23 Oct 2017 03:03
Last Modified: 23 Oct 2017 03:03
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20748

Actions (login required)

View Item View Item