فى تعليم اللغة العربية و تطبيقها (Community Language Learning (CCL)) الطريقةالاجتماعيه

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hanifah, Umi (2013) فى تعليم اللغة العربية و تطبيقها (Community Language Learning (CCL)) الطريقةالاجتماعيه. Nun Wa al Qalam, 07 (01). pp. 9-22. ISSN 1979-3359

[img]
Preview
Text
فى تعليم اللغة العربية و تطبيقها(Community Language Learning (CCL))الطريقةالاجتماعيه.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Community Language Learning /CCL atau Counceling Learning Method adalah metode pembelajaran yang dipelopori oleg Charles A Cran p[ada taun 1961,yngmuldpka ole LOyola Univercity Chicago pada tahun 1967. Melalui metode CL ini pembelajaran semakin menyenangkan karena metode ini menekankan pembelajaran pada aktifitas yang dikenal dengan shared task oriented actifity atau cara belajar bersama. Dalam metode ini guru disebut oleh Curran sebagai counselor dan siswa disebut dengan client. Dalam penerapannya metode ini siswa duduk melingkari counselor yang akan membantu mereka dalam mengucapkan kalimat ataupun kata yang belum mereka ketahui. Ketika mau mengucapkan bahasa Arab mereka mengucapkan dahulu dengan bahasa mereka sendiri (bahasa ibu) baru kemudian counselor menerjemahkan kedalam bahasa Arab. Dengan demikian siswa mengetahui bagaimana mengemukakan maksud mereka dalam bahasa sasaran. Dari sini dapat disimpulkan bahwa metode CCL ini adalah kebalikan dari metode Qawaid wa al Tarjamah. Adapun tahap-tahap pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode CCL adalah 1. Client bergantung penuh pada counselor 2. Client mulai mempunyai kemampuan berbicara karena beberapa kata mulai tersimpan di otak 3. Timbul rasa ketidak tergantungan siswa pada counselor 4. Kebutuhan client pada counselor hanya pada kata atau tata bahasa yang susah 5. Ketidaktergantungan client secara total dan ia bebas berkomunikasi dengan bahasa asing (Arab). Melalui tahapan ini dapat dilihat bahwa perkembangan bahasa client dimulai dalam status zero (bergantung penuh pada counselor) sampai ke status total independent (tidak bergantung sama sekali pada counselor). Dalam metode ini Curran memberikan lima konsep untuk menumbuhkan proses belajar bahasa yaitu, security, attention, agression, reflection, dan discrimination. Karakter utama metode CCL ini antara lain; guru hendaknya tidak membuat jarak yang terlalu tajam dengan peserta didik, hendaknya ia menempatkan diri berdampingan dengan peserta didik sebagai siswa senior yang selalu siap menjadi resource person atau konsultan. Adapun taraf akhir dari metode ini adalah self actualization yang seoptimal mungkin dari peserta didik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Article
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hanifah, Umiumihanifah78@yahoo.comUNSPECIFIED
Subjects: Bahasa Arab
Metode Pembelajaran
Uncontrolled Keywords: al Thariqah al Ijtima'iyah; Ta'lim al Lughah al 'Arabiyah
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Mr. Supriyatno Hary
Date Deposited: 23 Oct 2017 04:56
Last Modified: 26 Oct 2017 01:40
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20711

Actions (login required)

View Item View Item