Studi komparasi terhadap levering (penyerahan) sebagai cara untuk memperoleh hak milik dalam jual beli menurut hukum perdata dan hukum Islam

Suprapti, Suprapti (2009) Studi komparasi terhadap levering (penyerahan) sebagai cara untuk memperoleh hak milik dalam jual beli menurut hukum perdata dan hukum Islam. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (559kB) | Preview
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (34kB)
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (36kB) | Preview
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (172kB) | Preview
[img] Text
Bab 3.pdf

Download (952kB)
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (424kB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (278kB) | Preview
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20615

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab pertanyaan : bagaimana konsep levering sebagai cara untuk memperoleh hak milik dalam jual beli menurut KUHPerdata dan menurut Hukum Islam serta membandingan antara keduanya, apakah ada persamaan dan perbedaan di antara keduanya ? Untuk menjawab permasalahan tersebut, pengumpulkan data dalam penelitian ini melalui pembacaan dan kajian teks (teks reading) dan selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Levering menurut hukum Perdata adalah merupakan perbuatan hukum yang ditempuh untuk memperoleh Hak milik barang dari penjual ke pembeli. Apabila barang belum diserahkan maka hak milik barang tersebut belum berpindah dari penjual ke pembeli. Levering menurut hukum Islam adalah penyerahan barang dari pihak penjual kepada pembeli sesuai bentuk dan jumlah yang sudah disepakati. Adapun tentang hak milik barang tersebut sudah berpindah dari penjual ke pembeli apabila barang tersebut sudah dibayar harganya oleh pembeli meskipun barang belum diserahkan. Barang yang diperjualbelikan baik menurut Hukum Perdata maupun Hukum Islam harus dapat diserahkan. Apabila barang yang diperjualbelikan hilang atau rusak setelah perjanjian jual beli atau ijab qabul, maka si pembeli berhak menuntut secara hukum ke penjual. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa levering adalah suatu cara yang dilakukan penjual dan pembeli untuk memindahkan hak milik barang dari penjual ke pembeli dan barang yang diperjualbelikan dapat diserahkan. Adapun analisis dari abstrak di atas adalah levering atas suatu barang adalah mutlak harus dilakukan untuk memindahkan hak milik dari penjual ke pembeli. Dan itu artinya barang yang diperjualbelikan harus dapat diserahkan.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Buchori, Imam
Uncontrolled Keywords: levering; penyerahan; hak milik; jual beli
Subjects: Jual Beli
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 13 Oct 2017 08:51
Last Modified: 04 Oct 2018 08:41
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20615

Actions (login required)

View Item View Item