Konsep Kesehatan Mental Erich Fromm dan Konsep Kesehatan Mental Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nurmayuni, Samidah (2000) Konsep Kesehatan Mental Erich Fromm dan Konsep Kesehatan Mental Islam. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (966kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (255kB) | Preview
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (339kB)

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini berawal dari kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, dimana masyarakat modern banyak yang hidup materialistic, individualistic dan hedonistik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan manusia itu sepertinya tak terbatas, sehingga memunculkan pertanyaan äpa dan siapa manusia itu.” Rumusan masalah penelitian ini adalah 1. Bagaimana konsep Kesehatan Mental Erich Fromm dan konsep Kesehatan Mental Islam, 2. Bagaimana perbedaan dan persamaan konsep keduanya. Metode penelitiannya menggunakan study literature. Teknik yang digunakan menggunakan teknik deduktif, teknik induktif dan teknik komparasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; 1. Menurut Erich Fromm bahwa manusia itu terdiri dari unsur fisik dan psikis, masing-masing unsur mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi yang kemudian mewujudkan perilaku manusia. Jika manusia dapat produktif, kreatif dan bertanggungjawab ia akan mencapai kebahagiaan, karena kebahagiaan itulah yang dapat mewujudkan kesehatan mental yang menjadikan manusia paripurna. 2. Dalam Islam telah dijelaskan secara jelas dan rinci bahwa manusia diciptakan dari saripati yang berasal dari tanah, kemudian dari sari pati itu dijadikan Tuhan sperma, dari sperma dijadikan segumpal darah, kemudian dijadikan segumpal daging, lalu dijadikan tulang belulang, kemudian dibungkus dengan daging, setelah itu dibentuk yang indah yang berupa manusia. Seorang muslim yang sejati dan benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa akan merasakan kebahagiaan dunia akherat, karena itulah wujud daripada yang disebut sebagai kesehatan mental.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nurmayuni, Samidahsamidahardi@yahoo.co.idUNSPECIFIED
Subjects: Biografi
Islam
Kesehatan
Kesehatan
Uncontrolled Keywords: Kesehatan mental Erich Fromm; kesehatan mental Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Arsip Dakwah
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 10 Oct 2017 04:18
Last Modified: 10 Oct 2017 07:27
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20540

Actions (login required)

View Item View Item