Manfaat sholat secara fisik dan psikis: studi analisi tentang manfaat shalat secara fisik dan psikis

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Laila, Alfi (2012) Manfaat sholat secara fisik dan psikis: studi analisi tentang manfaat shalat secara fisik dan psikis. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (654kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (69kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (630kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (981kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (415kB)
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (95kB)
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (70kB) | Preview

Abstract

Untuk mengatasi permasalahan yang ada agar lebih mengarah pada topik yang di tujukan, maka pembahasan dalam skripsi ini penulis memfokuskan pada masalah "Manfaat Shalat Secara Fisik dan Psikis (Studi Analisi Tentang Manfaat Shalat Secara Fisik dan Psikis Dalam Pandangan Al-Ghazali)". Shalat adalah suatu kegiatan fisik, mental dan spiritual yang memberikan manfaat baik dalam hubungan dengan Allah Swt, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan diri sendiri. Shalat merupakan suatu ibadah, clan merupakan ibadah yang paling utama, dalam proses penghambaan dan pendekatan diri kepada Allah Swt. Shalat yang dikerjakan dengan ikhlas sepenuh hati karena Allah Swt, akan menumbuhkan sensasi kenikmatan tersendiri bagi diri manusia. Sedangkan pandangan al-Ghazali tentang manfaat shalat secara fisik disini saya tidak mengetahuinya secara detail, hanya manfaat shalat secara psikis yang banyak di ungkapkan oleh al-Ghaz.ali, sebab menurut al-Ghazali shalat secara garis besar manfaat shalat bagi psikis adalah sebagai penyegar jiwa dan juga sebagai penyejuk hati. Maka manfaat shalat secara psikis menurut al-Ghazali adalah shalat dapat di sebut sebagai dzikir, dimana orang yang sedang shalat menyadari sepenuhnya dengan apa yang dilakukan dan apa yang diucapkan dalam shalatnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa yang lebih penting dan lebih utama dalam shalat itu bukan gerakan fisik, akan tetapi psikisnya atau batinya. Sebab gerakan fisik bisa diganti atau ditiadakan jika memang tidak mampu. Tetapi dzikir kepada Allah harus tetap berjalan. Seorang yang tidak mampu berdiri karena sakit, bisa mengganti gerakan berdirinya dengan hanya duduk, mengganti gerakan ruku'nya dengan isyarat sedikit membungkuk. Demikian juga sujudnya. Tidak bisa berdiri diperbolehkan duduk. Tidak bisa duduk dengan berbaring dan sebagainya.Sedangkan psikis manusia tidak dapat di ganti karena ini merupakan hal yang harus ada. Tanpa kehadiran hati, shalat hanya merupakan gerakan tanpa arti.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Laila, AlfiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Filsafat
Salat > Salat - Hikmah
Uncontrolled Keywords: manfaat sholat; fisik dan psikis
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 04 Sep 2017 08:03
Last Modified: 04 Sep 2017 08:03
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20015

Actions (login required)

View Item View Item