Krisis lingkungan di Indonesia : sebuah kajian ecosophy dalam pandangan Seyyed Hossein Nasr

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Yusuf, Ibnu Adam (2017) Krisis lingkungan di Indonesia : sebuah kajian ecosophy dalam pandangan Seyyed Hossein Nasr. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ibnu Adam Yusuf_E01213026.pdf

Download (1MB)

Abstract

Krisis lingkungan menjadi salah satu permasalahan besar yang banyak menyita perhatian. Itu karena dampak yang ditimbulkan begitu luas, termasuk masalah krisis Lingkungan di Indonesia. Misalnya, luapan lumpur di Sidoarjo, banjir bandang di Garut, dan Kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Itu semua sebagaian besar akar masalahnya terletak pada manusia yang tidak bisa memahami hakikat dirinya sebagai khalifah. Tugas sebagai pengganti Tuhan di bumi mereka lalaikan. Hubungan dengan Tuhan, alam, manusia, bahkan dengan dirinya sendiri mereka kesampingkan. Akibatnya, timbullah masalah krisis lingkungan itu. Para ilmuwan, intelektual, akademisi, aktifis, agamawan, dan para pemangku kebijakan lainnya akhirnya turut serta menyelesaikan masalah tersebut. Seyyed Hossein Nasr sebagai salah seorang intelektual, akademisi, dan agamawan turut serta menyelesaikan masalah tersebut dari sudut pandangnya.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) di bidang filsafat dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan deskriptif, yang dilaksanakan dengan tiga langkah, sebagai berikut: pengumpulan data, seleksi dan kategorisasi, dan deskripsi (penyusunan hasil penelitian dan laporan hasil penelitian). Metode analisisnya adalah sebagai berikut: deskripsi, interpretasi, dan refleksi peneliti
Adapun kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini sebagai berikut: pertama, seorang intelektual muslim yang mempunyai peran serta dalam mencari jalan keluar/mengatasi krisis tersebut adalah Seyyed Hossein Nasr. Ia mempunyai konsep untuk menganalisa krisis tersebut, yang mana di dalam konsep tersebut memiliki poin-poin yang sama dengan konsep ecosophy dalam pandangan umum. Ini dapat dilihat dari poin-poin yang ada dalam konsep tersebut. Antara lain scientia sacra, manusia primordial (pontifical) dan manusia promothean, Tuhan sebagai titik pusat, dan alam sebagai cermin wajah Tuhan. Pada poin-poin tersebut dijelaskan bahwa harmonisasi antara Tuhan, alam, dan manusia sangat penting. Dengan kata lain isi dari konsep Nasr tersebut lebih menekankan pada harmonisasi alam. Kedua, jika dianalisa menggunakan konsep ecosophy Nasr, krisis lingkungan yang terjadi di Indonesia semuanya diakibatkan oleh ulah tangan manusia. Adapun ulah tangan manusia tersebut tercermin pada beberapa hal. 1) Mereka cenderung bersikap antroposentris (lebih toleran biosentris), materialis, pragmatis, kapitalis, dan semisalnya. 2) Mereka tidak mengerti dan memahami kewajiban dirinya sebagai khalifah yang mempunyai tanggung jawab untuk menjaga dan menguasai alam (dengan bijaksana). 3) Melakukan apapun terhadap alam dengan dasar hawa nafsu bukan berdasarkan aturan-aturan alam (sunnatullah). 4) Mereka kurang mengerti dan memahami bahwa sejatinya alam dan isinya adalah cerminan dari Tuhan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Yusuf, Ibnu Adamibnuadamyusuf2@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Filsafat
Filsafat > Filsafat Islam
Filsafat > Filsafat Agama
Islam
Lingkungan Hidup
Keywords: Ecosophy; lingkungan; Sayyed Hossein Nasr
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Yusuf Ibnu Adam
Date Deposited: 21 Aug 2017 07:28
Last Modified: 11 Mar 2019 03:17
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/19774

Actions (login required)

View Item View Item