Konstruksi eksistensialisme manusia independen dalam teologi antroposentris Hassan Hanafi

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Masduri, Masduri (2017) Konstruksi eksistensialisme manusia independen dalam teologi antroposentris Hassan Hanafi. Masters thesis, Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (577kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (365kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (306kB) | Preview
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (613kB)
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (717kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (452kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (525kB) | Preview

Abstract

Tesis ini lahir sebagai respons terhadap arus besar modernitas di Barat yang menenggelamkan manusia dengan kesibukan materialnya dan arus besar religiusitas di Timur yang menenggelamkan manusia dengan kesibukan spiritualnya. Di Barat manusia digiring besar-besaran untuk memburu kesenangan material dengan mengabaikan dimensi spiritual (ruhiyah) manusia. Di Timur manusia digiring besar-besaran untuk memburu kesenangan spiritual—keselamatan akhirat (eskatologis)—dengan mengabaikan dimensi fisik-material (jasadiyah) manusia. Akibatnya, manusia terpinggirkan, otentisitas dirinya tidak tampak karena terselubung dalam bayang-bayang kepentingan material dan spiritual. Manusia tidak hadir dalam ruang eksistensialnya yang otentik. Rekonstruksi teologi antroposentris Hassan Hanafi mengetengahkan tema-tema kemanusiaan sebagai titik pijak dalam membangun nalar spiritual-religius manusia untuk menjawab kehampaan spiritual di Barat dan material di Timur. Konsepsi teologi harus dihadirkan sebagai konstruksi eksistensial manusia dengan membangun kesadaran yang utuh tentang diri (subjek) dan dunianya (objek), sehingga beragama (berteologi) mengarahkan manusia pada keadaban tingkah melalui unifikasi (penyatuan) antara dimensi spiritual dan material manusia. Unifikasi dua dimensi kemanusiaan merupakan titik pijak dalam membangun nalar kemanusiaan yang utuh. Manusia yang memiliki otentisitas tindakan, yang dalam konstruksi teologi antroposentris Hassan Hanafi disebut manusia independen. Manusia yang memiliki independensi dalam bertindak dengan menjadi teologi Islam sebagai spirit nilai praksis. Pembacaan kritis melalui teori hermeneutika kritik Jurgen Habermas mengantarkan penelitian tesis ini pada temuan korelasi epistemologis antara manusia independen dalam konstruksi teologi antroposentris Hassan Hanafi dengan bangunan pemikiran filsafat eksistensialisme Barat. Terutama gagasan tentang eksistensi manusia, kebebasan dan tanggung jawab, serta manusia ideal sebagai martabat kemanusiaan yang dilontarkan oleh filsuf besar eksistensialis-me, seperti Søren Kierkegaard (1813-1855), Karl Jaspers (1883-1969), Friedrich Nietzsche (1844-1900), Martin Heidegger (1889-1976), dan Jeal-Paul Sartre (1905-1980). Pembacaan kritis-konstruktif dalam penelitian tesis ini mendudukkan Hassan Hanafi pada filsuf eksistensialis teistik dengan landasan teologi Islam, yang mengantarkan dirinya pada posisi filsuf eksistensialisme Islam seperti halnya Mulla Sadra dan Muhammad Iqbal.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Masduri, Masdurimasduri_as@yahoo.co.idUNSPECIFIED
Subjects: Filsafat
Filsafat > Filsafat Islam
Filsafat > Filsafat Agama
Teologi
Keywords: Manusia; teologi; eksistensialisme; Hassan Hanafi
Divisions: Program Magister > Filsafat Agama
Depositing User: Masduri Masduri
Date Deposited: 15 Aug 2017 08:15
Last Modified: 05 Oct 2017 04:10
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/19676

Actions (login required)

View Item View Item