STUDI KOMPARATIF PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SHAFI‘I TENTANG KONSEP MUSAHARAH

Arifin, Sulthon Nul (2014) STUDI KOMPARATIF PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SHAFI‘I TENTANG KONSEP MUSAHARAH. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (498kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (299kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (233kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (304kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (134kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (29kB) | Preview

Abstract

Penelitian dalam skripsi ini mengangkat judul “Studi Komparatif Pendapat Mazhab Hanafi dan Mazhab Shafi‘iTentang Konsep Musaharah”. Penelitian Penulis ini adalah hasil Penelitian pustaka (library reseacrh) yang mempunyai tujuan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, bagaimana pendapat mazhab Hanafi dan mazhab Shafi‘itentang konsep Musaharah ?, Bagaimana istinbat mazhab Hanafi dan mazhab Shafi‘itentang konsep Musaharah ? dan apa persamaan dan perbedaan pendapat mazhab Hanafi dan mazhab Shafi‘itentang konsep Musaharah ?
Dalam rangka untuk menjawab masalah-masalah di atas, penulis melakukan penelitian dengan menghimpun literatur-literatur yang berhubungan dan relevan dengan pendapat mazhab Hanafi dan Shafi‘itentang konsep Musaharah. Kemudian data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif komparatif.
Hasil penelitian mengisyaratkan bahwa persamaan antara kedua mazhab adalah bahwa Musaharah sebagai larangan perkawinan mu’abbad bisa terjadi dengan akad nikah saja atau dengan harus disertai wat’u atau dukhul sesuai golongan. Begitu juga wat’u halal atau yang disamakan seperti keadaan shubhah atau nikah fasid. Sedangkan perbedaannya yaitu, pendapat mazhab Hanafi menyatakan Musaharah sebagai larangan perkawinan mu’abbad dapat terjadi pula melalui wat’u haram (zina) atau bahkan hal-hal yang mendorong terjadinya wat}’u tersebut. Sedangkan pendapat mazhab Shafi‘imenyatakan bahwa Musaharah sebagai larangan perkawinan mu’abbad tidak dapat terjadi dengan hal-hal tersebut, mazhab Shafi‘imelakukan dikotomi antara wat’u h}alal dan haram dalam masalah ini. Mazhab Hanafimemperluas makna dukhul dalam masalah anak tiri (rabibah) pada memegang, mencium, melihat kemaluan dengan syahwat, sedangkan mazhab Shafi‘imembatasi pada wat}’u atau jima‘. Istinbatmazhab Hanafiyang menimbulkan perbedaan substansial didasarkan atas interpretasi pada ayat 22 al-Nisa’. Dengan alasannya mazhab Hanafilebih cenderung pada makna lughawiyyah, dalam hal ini mencakup makna wat}’u. Sedangkan Mazhab Shafi‘ilebih cenderung pada makna syar‘iyyah, yaitu akad (al-‘aqd). Perbedaan interpretasi dan sudut pandang tentang sebuah sumber hukum menjadi titik permulaan polemik di antara kedua mazhab.
Musaharah yang merupakan salah satu faktor terjadinya larangan perkawinan mu’abbad dalam Islam dapat terjadi karena beberapa sebab, di antaranya karena zina dan muqaddimat az-zina, dan itu adalah perbuatan asusila. Karena itu masyarakat umum diharapkan dapat lebih mengetahui konsep Musaharah sebagai larangan perkawinan mu’abbad. Sehingga terjadi kesadaran yang lebih luas terhadap implikasi yang dapat terjadi dari perbuatan asusila dan pergaulan bebas dalam hukum perkawinan. Bukan tidak mungkin suatu saat ketentuan ini diberlakukan di Indonesia seperti yang diterapkan di Suriah.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Muwahid
Uncontrolled Keywords: Mazhab Hanafi; Mazhab Shafi‘i; Konsep Musaharah
Subjects: Hukum Islam > Perkawinan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Yuhyil Ayda------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 16 Apr 2015 10:14
Last Modified: 16 Apr 2015 10:14
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1936

Actions (login required)

View Item View Item