Pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hayati, Nur (2017) Pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (9MB) | Preview
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (394kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (301kB)
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (799kB) | Preview
[img] Text
Bab 2.pdf

Download (894kB)
[img] Text
Bab 3.pdf

Download (911kB)
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (319kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (506kB)

Abstract

“Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anaknya”, jadi keberhasilan belajar peserta didik juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua peserta didik. Pola Asuh menurut agama adalah cara memperlakukan anak sesuai dengan ajaran agama berarti memehami anak dari berbagai aspek, dan memahami anak dengan memberikan pola asuh yang baik, menjaga anak dan harta anak yatim, menerima, mamberi perlindungan, pemeliharaan, perawatan dan kasih sayang sebaik – baiknya. MenurutYatimdanIrwanto, adatigacarayangdigunakan oleh orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Ketigapola tersebut adalah: Pola asuh otoriter ditandai dengan adanya aturan-aturan yang kaku dari orang tua. Kebebasan anak sangat dibatasi, orang tua memaksa anak untuk berperilaku seperti yang diinginkannya. Bila aturan-aturan ini dilanggar, orang tua akan menghukum anak, biasanya hukuman yang bersifat fisik. Pola asuh demokratis ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dengan anaknya. Mereka membuat aturan-aturan yang disetujui bersama. Anak diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapat, perasaan, dan keinginannya dan belajar untuk dapat menanggapi pendapat orang lain. Pola asuh ini ditandai dengan adanya kebebasan yang diberikan pada anak untuk berperilaku sesuai dengan keinginannya sendiri. Orang tua tidak pernah memberi aturan dan pengarahan kepada anak. Semua keputusan diserahkan kepada anak tanpa adanya pertimbangan orang tua. Presatasi belajar terdiri dari dua kata yaitu : Prestasi dan belajar, prestasi menurut bahasa adalah hasil belajar yang telah dicapai. Menurut Suharsini Arikunto mengarti belajar sebagai sesuatu yang terjadi karena adanya usaha untuk mengadakan perubahan terhadap diri si pelaku belajar. Belajar menurut bahasa yaitu berusaha memperoleh pengetahuan atau ilmu. Sedangkan menurut Oemar Hamalik, belajar adalah sebagai bentuk pertumbuhan dan perubahan baru dalam bertingkah laku berkat pengalaman dan latihan.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode ini digunakan untuk mencari hubungan dua variabel yang berbeda dengan rumus-rumus statistik. Dalam penelitian ini menerapkan korelasi atau hubungan antara dua variabel yakni pembuktian ada tidaknya pengaruh variabel X terhadap varibel Y. Dengan menggunakan rumus teknik analisis Chi Square / khi kuadrat.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hayati, Nurhayati.air.808@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Pendidikan Islam
Pengajaran
Orang tua dan Anak
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Hayati Nur
Date Deposited: 11 Aug 2017 07:59
Last Modified: 11 Aug 2017 07:59
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/19272

Actions (login required)

View Item View Item