Analisis fatwa DSN MUI No. 23/DSN-MUI/III/2002 terhadap penalti nasabah yang melunasi utang sebelum jatuh tempo di BRI Syariah KCP Bojonegoro

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Faricha, Ainin (2017) Analisis fatwa DSN MUI No. 23/DSN-MUI/III/2002 terhadap penalti nasabah yang melunasi utang sebelum jatuh tempo di BRI Syariah KCP Bojonegoro. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Cover.pdf

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (758kB)
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
Bab 3.pdf

Download (4MB)
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (848kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjawab pertanyaan diantaranya yaitu: (1) bagaimana aplikasi penalti pada nasabah yang melunasi utang sebelum masa jatuh tempo di BRI Syariah KCP Bojonegoro (2) bagaimana analisis Fatwa DSN MUI no. 23/DSN-MUI/III/2002 terhadap penalti nasabah yang melunasi utang sebelum jatuh tempo di BRI Syariah KCP Bojonegoro. Data penelitian yang diteliti ini menggunakan metode interview dan telaah dokumen. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu menggambarkan data tentang pelaksanaan akad pembiayaan mura>bah}ah di BRI Syariah KCP Bojonegoro yang dianalisis dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional untuk menyimpulkan melalui pola pikir induktif mengenai aplikasi penalti pada nasabah yang melunasi utang sebelum jatuh tempo di BRI Syariah KCP Bojonegoro, kemudian data tersebut akan dianalisis melihat Fatwa DSN MUI No. 23/DSN-MUI/III/2002 tentang potongan pelunasan dalam mura>bah}ah. Data yang diperoleh, yaitu tentang pelaksanaan atau aplikasi dari pembiayaan mura>bah}ah di BRI Syariah KCP Bojonegoro. Nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan mura>bah}ah berarti diwajibkan untuk melakukan pelunasan sesuai jangka waktu yang telah ditentukan. Nasabah bisa melakukan percepatan pelunasan sebelum jatuh tempo jika mampu. Namun hal tersebut nasabah justru dikenakan penalti sebesar dua kali margin. Berdasarkan hasil penelitian pengenaan penalti pada nasabah yang mampu melunasi utang sebelum jatuh tempo di BRI Syariah KCP Bojonegoro sangat bertolak belakang atau tidak sama dengan Fatwa DSN MUI No. 23/DSN-MUI/III/2002, karena nasabah bukanya mendapatkan potongan saat melakukan pelunasan justru dikenakan penalti. Sejalan dengan kesimpulan diatas, hendaknya pihak BRI Syariah KCP Bojonegoro mengikuti ketentuan-ketentuan Fatwa Dewan Nasional Syariah dengan tidak menerapkan penalti pada nasabah yang mampu melunasi utang sebelum jatuh tempo agar nasabah tidak merasa keberatan jika ingin melakukan percepatan pelunasan dan memberikan potongan pada saat melakukan pelunasan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Faricha, Aininaininfr@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Bank Islam
Keywords: Penalti nasabah; utang
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Faricha Ainin
Date Deposited: 10 Aug 2017 06:39
Last Modified: 10 Aug 2017 06:39
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/19219

Actions (login required)

View Item View Item