Kerusakan lingkungan dalam al-rum ayat 41: komparasi tafsir Mafatih al-Ghayb, tafsir al-Jawahir fi tafsir al-Quran, dan tafsir al-Misbah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Asadulloh, Muhamad (2017) Kerusakan lingkungan dalam al-rum ayat 41: komparasi tafsir Mafatih al-Ghayb, tafsir al-Jawahir fi tafsir al-Quran, dan tafsir al-Misbah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Cover.pdf

Download (721kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (176kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (206kB)
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (295kB)
[img] Text
Bab 2.pdf

Download (329kB)
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (370kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (363kB) | Preview
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (231kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (234kB)

Abstract

Seiring berjalannya waktu, masyarakat akan terus berkembang, begitu juga masalah masalah umat sudah tidak lagi sama seperti sebelumnya. Kerusakan lingkungan misalnya, permasalahan ini baru muncul pada masyarakat modern, masyarakat yang hidup sebelum era ini, tidak ada satu pun dari mereka yang menyangka betapa hebatnya dampak dari aktivitas manusia terhadap lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan seperti ini menjadi masalah yang meresahkan bagi umat manusia, padahal umat manusia sendirilah yang memulainya. Fenomena tersebut tidak hanya menjadi bencana bagi masyarakat secar lokal, namun lebih parah lagi, secara global memgancam keberadaan umat manusia, tak terkecuali bagi umat Islam. Dalam permasalahan ini, umat Islam yang senantiasa merujuk pada Alquran sebagai landasan berperilaku mereka, pasti akan sanagat membutuhkan kitab suci tersebut sebagai petunjuk untuk menyelesaikan permasalahan kerusakan lingkungan. Mereka, tidak dapat lagi menggunakan pemahaman pemahaman masyarakat terdahulu dalam memahami Alquran. Karena, pendahulu mereka tidak pernah menghadapi apa yang sedang mereka hadapi. Merekapun mencoba mencari jawaban dan mengkomunikasikan masalah yang mereka hadapi dengan kitab suci mereka tersebut. Dari situlah terjadi perbedaan penafsiran Alquran dari satu kondisi kepada kondisi lain yang berbeda. Ketiga mufasir yang akan dibahas di dalam penelitian ini yaitu Fakhru al-Di>n ar-Ra>zy, T}ant}a>wy Jawhary dan Quraish Shihab memiliki pemaknaan kerusakan lingkungan yang berbeda pada surat al-Ru>m ayat 41 sesuai dengan kapasitas keilmuwan, permasalahan yang ada, dan kondisi yang ada di masanya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Asadulloh, Muhamadismahelha2@gmailcomUNSPECIFIED
Subjects: Lingkungan Hidup
Tafsir
Uncontrolled Keywords: kerusakan lingkungan; Mufasir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Asadulloh Muhamad
Date Deposited: 10 Aug 2017 07:01
Last Modified: 10 Aug 2017 07:02
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/19194

Actions (login required)

View Item View Item