Tinjauan hukum Islam terhadap potongan tabungan berhadiah di TPA Al-Ikhlas Wonorejo Kecamatan Tegalsari Surabaya

Andreani, Chrisita Dwi (2017) Tinjauan hukum Islam terhadap potongan tabungan berhadiah di TPA Al-Ikhlas Wonorejo Kecamatan Tegalsari Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Chrisita Dwi Andreani_C72213108.pdf

Download (14MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Potongan Tabungan Berhadiah di TPA Al-Ikhlas Wonorejo Kecamatan Tegalsari Surabaya” merupakan hasil penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana mekanisme potongan tabungan berhadiah di TPA Al-Ikhlas Wonorejo Kecamatan Tegalsari Surabaya dan Tinjauan Hukum Islam terhadap potongan tabungan berhadiah di TPA Al-Ikhlas Wonorejo Kecamatan Tegalsari Surabaya. Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik wawancara (interview) dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu pembahasan dimulai dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari lapangan tentang potongan tabungan berhadiah di TPA Al-Ikhlas Wonorejo, kemudian dianalisis dengan menggunakan hukum Islam yakni wadi<’ah dan hadiah terhadap potongan tabungan berhadiah di TPA Al-Ikhlas Wonorejo Kecamatan Tegalsari Surabaya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan potongan tabungan berhadiah di TPA Al-Ikhlas Wonorejo kecamatan Tegalsari Surabaya yang mana santri dapat menabung kapanpun, tanpa ada batas minimal setoran. Akan tetapi santri tidak dapat mengambil tabungan tersebut, tabungan akan bisa diambil ketika akhir tahun pembelajaran. Pengelolah tabungan memberikan besaran potongan sebesar Rp. 10.000 setiap santi dan tidak diberitahukan di awal akad. Dari kumpulan potongan tersebut, oleh pihak pengelolah tabungan dibelanjakan hadiah yang mana akan diberikan kepada para santri yang memiliki saldo tertinggi. Dalam pelaksanaannya, pelaksanaan tabungan santri di TPA Al-Ikhlas ini sesuai dengan hukum Islam yakni akad wadi<’ah meskipun dalam rukun syarat wadi<’ah, penitip adalah dewasa (baligh) sedangkan ada beberapa santri yang belum baligh. Dalam hal ini tidak menjadi batal karena santri tersebut hanya sebagai perantara dari orang tua mereka untuk disampaikan kepada para ustadzah dan pengelolah tabungan santri. Akan tetapi dalam pelaksanaan potongan tabungan berhadiah tersebut bertentangan dengan hukum Islam karena tidak sesuai dengan akad diawal dan dalam rukun syarat hadiah, hadiah (harta) tersebut haruslah milik pemberi, dalam hal ini hadiah yang diberikan kepada para santri oleh pengelola tabungan bukan milik pengelola tabungan melainkan milik para santri dari hasil potongan tabungan para santri tersebut.Dengan demikian, dari kesimpulan di atas maka kepada pengelolah tabungan dalam melakukan potongan tabungan tersebut, hendaklah memberitahukan terlebih dahulu kepada wali santri di awal akad dan besaran untuk potongan tabungan alangkah baiknya menggunakan prosentase dari saldo akhir santri. Agar tidak ada pihak yang dirugikan dan tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari. Dan untuk pemberian hadiah tersebut agar tidak menimbulkan perselisihan, pihak pengelolah dalam memilih santri yang akan mendapat hadiah sebaiknya dengan cara mengundi nama-nama santri yang menabung.

Email: chrisita_andreani@yahoo.com
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Arif, Mohammad
Uncontrolled Keywords: Potongan tabungan berhadiah; TPA Al-Ikhlas
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Perjanjian
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Andreani Chrisita Dwi
Date Deposited: 10 Aug 2017 02:59
Last Modified: 04 Mar 2019 02:16
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/19095

Actions (login required)

View Item View Item