Membangun komunitas perempuan tangguh bencana di Desa Surenlor Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek

Kurniawati, Fitri (2017) Membangun komunitas perempuan tangguh bencana di Desa Surenlor Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (275kB) | Preview
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (320kB)
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (662kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (522kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (405kB) | Preview
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
Bab 6.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bab 7.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Bab 8.pdf

Download (389kB)
[img]
Preview
Text
Bab 9.pdf

Download (299kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (332kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas tentang proses pendampingan dan pengorganisasian masyarakat terhadap kerentanan bahaya tanah longsor. Tujuan dari pendampingan ini untuk mengurangi kerentanan masyarakat dari bahaya tanah longsor yang timbul karena berbagai faktor penyebabnya yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya dampak bahaya tanah longsor terhadap kehidupan mereka, kurangnya respon dan partisipasi masyarakat terhadap bencana dan belum adanya regulasi dari desa dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kesadaran masyarakat terhadap bencana masih pada kesadaran yang responsif, bukan pada preventif (pencegahan). Seringkali masyarakat baru sadar ketika bencana sudah menimpa mereka. Budaya sadar akan bencana juga masih sangat minim.
Penelitian dan pendampingan ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research).Di dalam kegiatan PAR, penelitimelebur ke dalamnya dan bekerja bersama dengan masyarakat dalam melakukan perubahan. PAR membahas kondisi masyarakat berdasarkan sistem makna yang berlaku. PAR tidak berposisi “bebas nilai” dan tidak memihak seperti yang dituntut ilmu pengetahuan sebagai syarat obyektivitas, melainkan harus memihak pada kelompok yang lemah, miskin, dirugikan, dan menjadi korban. Pendekatan ini sebagai alat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat untuk memahami dan mengubah situasi kehidupan mereka menjadi lebih baik dan berkeadilan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan meliputi, agenda riset bersama, merumuskan masalah bersama komunitas dan membuat perencanaan strategis
Di dalam proses pendampingan ini, pendamping dan masyarakat membentuk kelompok wanita siaga bencana yang didalamnya merupakan sebuah wadah untuk belajar dan mengakses informasi tentang kebencanaan. Pendamping memilih pendekatan ibu-ibu karena perempuan merupakan kelompok yang rentan terkena bencana. perempuan juga merupakan seseorang yang mampu melindungi anak-anaknya. mereka lebih sering berada di rumah dan keberadaannya hampir selalu ada di lingkungan sekitar wilayah bencana, menyebabkan penyebaran informasi melalui perempuan sangat efektif .Ibarat sebuah pepatah yang diungkapkan oleh Presiden Tanzania Nyerere yang mengatakan bahwajika kita mendidik seorang laki-laki berarti kita telah mendidik seorang saja, tetapi jika kita mendidik seorang perempuan berarti kita telah mendidik seluruh anggota keluarga. Karena perempuan merupakan orang yang bertanggung jawab dan telaten ketika diberi beban atau dipercaya untuk memegang suatu program.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Rahmawati, Pudji
Uncontrolled Keywords: Pengorganisasian; budaya Sadar Bencana; Pemberdayaan Perempuan
Subjects: Bencana alam
Dakwah > Dakwah bil Hal
Gender
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Kurniawati Fitri
Date Deposited: 10 Aug 2017 03:58
Last Modified: 10 Aug 2017 03:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/18887

Actions (login required)

View Item View Item